Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Januari 2017 | 20.23 WIB

Curahan Hati Nico Rosberg Mengenai Perjalanan Karirnya

SAHABAT: Juara dunia Formula 1 2016 Nico Rosberg (kiri) berpose bersama pesepak bola Jerman Lukas Podolski. - Image

SAHABAT: Juara dunia Formula 1 2016 Nico Rosberg (kiri) berpose bersama pesepak bola Jerman Lukas Podolski.


Nico Rosberg sama sekali tidak menyesal pensiun saat berada di puncak kejayaannya. Sang juara dunia 2016 itu justru sangat lega. Sebab, beban mental yang mengimpitnya bertahun-tahun resmi terangkat.



--



Saat tampil di publik, baik sedang berada di sela-sela rangkaian balapan akhir pekan atau ketika menghadiri berbagai acara promosi, Nico Rosberg adalah sosok ramah dan murah senyum. Dia selalu sukses menampilkan sisi protagonis dalam dirinya. Tetapi, di balik semua itu ternyata mantan bintang Mercedes tersebut menanggung beban mental sangat berat. Sudah lama sekali dia ingin menanggalkannya.



Berbicara di sela-asela ajang World Economic Forum di Davos, Swiss, akhir pekan lalu, pria 31 tahun itu buka-bukaan tentang beban hidupnya sepanjang menjadi pembalap F1. Sepanjang sebelas tahun karirnya, Rosberg dipagari berbagai aturan kontrak yang sangat mengekang.



’’Dalam sebelas tahun itu, karena kontrak, pihak asuransi melarangku bermain ski,’’ ungkapnya sebagaimana dilansir F1i.com.



Asuransi menganggap ski adalah olahraga berisiko tinggi yang bisa mengakibatkan cedera berat dan membuat seorang pembalap tidak bisa tampil dalam satu musim. Salah satu pembenarnya adalah insiden yang menimpa legenda F1 Michael Schumacher. Dia mengalami cedera otak berat karena kecelakaan saat bermain ski di pegunungan Alpen tiga tahun lalu.



Rosberg menyatakan iri dengan teman-temannya yang bisa dengan mudah keluar rumah atau berlibur menikmati musim dingin dengan membawa papan ski. Dan, itu sudah dirasakannya saat masih sangat muda, 21 tahun.



Belum lagi saat harus merasakan beban mental menghadapi jadwal balapan ketat dalam satu musim. Sepanjang sebelas musim, Rosberg hanya membela dua tim. Empat musim pertama bersama Williams dan tujuh musim dengan Mercedes. Beban mentalnya begitu terasa setelah Mercedes menjadi tim yang berpotensi menjadi juara dunia sejak tiga tahun lalu. Era mesin V6 Turbo Hybrid membuat pabrikan Jerman itu luar biasa kompetitif.



Apalagi, tiga tahun setelah Rosberg bergabung dengan Mercedes, sahabat lamanya sejak berlaga di ajang gokar Lewis Hamilton datang. Di atas mobil yang sama keduanya bertarung untuk merebut gelar juara dunia. Dua tahun, 2014 dan 2015, Hamilton selalu juara, sedangkan Rosberg runner-up.Padahal, Rosberg lebih lama berstatus sebagai pembalap Mercedes.



’’Aku tidak tahu bagaimana Lewis bisa menjaga determinasi dan konsistensi balapnya di tengah gaya hidupnya yang seperti selebriti di luar trek?’’ katanya heran. Hidup seperti sahabatnya itu, kata Rosberg, bukan perkara mudah.



Rosberg menyatakan sempat berkonsultasi dengan psikolog olahraga sebelum memulai musim 2016. Dua musim gagal menjadi juara dunia dengan mobil terbaik di grid F1 membuatnya sangat frustrasi. Dia ingin memperbaiki mental dan meningkatkan motivasi dalam mengejar gelar juara dunia.



’’Meditasi adalah istilah populer yang sering disalahartikan. Yang aku lakukan ialah belajar berkonsentrasi lebih baik dan mengontrol pikiran,’’ paparnya.



Setelah memutuskan pensiun, Rosberg mengaku lega. Sekarang hubungannya dengan Hamilton malah bisa diperbaiki. Kini dia berharap bisa mengorbrol, atau hang out bersama pembalap Inggris tersebut seperti layaknya seorang sahabat.



’’Kami bersahabat 15 tahun lalu. Tetapi, ketika Anda bersaing merebut juara dunia dan tidak ada salah satu yang mau mengakui Anda lebih, itu berarti tidak ada pertemanan di sana,’’ tandasnya.



Sekarang Rosberg yang didaulat sebagai duta Mercedes ingin lebih banyak mengisi hidupnya dengan kegiatan sosial. Dalam akun Instagram-nya, suami Vivian Sibold itu menjual buku fotografi berisi banyak gambar di balik layar balapannya. Hasil penjualan tersebut kemudian didonasikan untuk pemberdayaan anak-anak. ’’Aku akan mengunjungi anak-anak yang sedang sakit, khususnya mereka yang akan sangat senang jika bertemu aku,’’ katanya. (cak/c4/nur)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore