
Photo
JawaPos.Com - Kabut asap yang terus memburuk di Indonesia menyusahkan negara tetangga. Utamanya Malaysia dan Singapura. Bahkan gara-gara asap yang menghalangi pandangan ini penyeleggaraan Grand Prix di Singapura akhir pekan depan tengah dievaluasi.
Jika kondisi terus memburuk tidak menutup kemungkinan ada perubahan jadwal. Pemerintah Singapura menyatakan bahwa kabut asap dari Indonesia yang masuk ke negaranya kemarin (14/9) sudah di ambang batas tak sehat.
Bau kayu yang terbakar menyelimuti negeri merlion tersebut. Badan Lingkungan Nasional Singapura menyatakan bahwa level indeks standar polusi kemungkinan besar masih menunjukkan kondisi tidak sehat selama seminggu kedepan.
“Pada saat kabut asap menyebabkan masalah pengelihatan, operasional serta kesehatan publik maka Grand Prix Singapura akan bekerjasama dengan lembaga lain sebelum membuat keputusan terkait even tersebut,” ujar juru bicara Grand Prix Singapura. Beberapa event olahraga lainya selama akhir pekan lalu juga sudah dibatalkan dengan alasan kesehatan.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar kemarin siang telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Lingkungan Singapura Vivian Balakrishnan. Intinya Bakar akan menunjukkan nama-nama perusahaan yang diperkirakan melakukan pembakaran hutan.
Pemerintah Singapura memiliki undang-undang yang mengatur bahwa mereka bisa mendenda perusahaan yang menyebabkan maupun berkontribusi terhadap kabut asap di wilayah mereka. Aturan ini tetap berlaku meski perusahaan tersebut tak memiliki kantor di Singapura.
Pemerintah Singapura sendiri telah menawarkan diri untuk membantu melakukan pemadaman, namun Bakar menyatakan bahwa dia akan berkonsultasi dulu dengan Presiden Joko Widodo.
Kondisi tak kalah buruk juga menimpa Malaysia. Negeri jiran tersebut kini terlihat berkabut. Gedung-gedung yang jaraknya lebih dari satu kilometer hanya terlihat seperti siluet saja. Sebanyak 32 dari 52 stasiun monitoring kualitas udara di Malaysia menjukkan tingkat tidak sehat.
Indeks polusi udara (API) 0-50 artinya udara bagus, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat dan diatas 301 berarti beracun. Nah, rata-rata API di Malaysia sudah diatas 100.
Selangor dan Negeri Sembilan merupakan negara bagian yang paling terdampak akibat kabut asap ini. Pelabuhan Kelang di Selangor menunjukkan API tertinggi di angka 189 disusul dengan Banting di angka 180 dan Shah Alam 172.
Di Negeri Sembilan, API tertinggi mencapai 193 terjadi di kota Nilai. Kemudian disusul dengan Port Dickson 190 dan Seremban 180. Area lain seperti Johor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Malaka, Perak dan Pahang juga sama buruknya. (AFP/BBC/The Malaymail Online/sha)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
