
Para atlet usia dini saat mengikuti Batavia Swim Series 2025 di Kolam Renang Yonif Mekanis 201, Jakarta Timur, 26-27 Juli 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Dalam upaya memperkuat ekosistem olah raga renang sejak usia dini, diperlukan ruang pembinaan, edukasi, dan pengembangan mental bertanding bagi anak-anak dan remaja yang konsisten. Hal tersebut seperti yang dilakukan Nawasena Indonesia dalam menyelenggarakan event Batavia Swim Series 2025, sebuah ajang kejuaraan renang antar pelajar yang digelar khusus untuk atlet muda dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.
Tak sekadar ajang kejuaraan, event ini juga untuk mengasah kemampuan teknis, menumbuhkan sportivitas, dan membentuk daya saing atlet muda secara sehat dan positif. "Aspek utama dari Batavia Swim Series adalah menyediakan wadah yang kompetitif dan terarah bagi perenang usia dini," ujar para pendiri Nawasena Indonesia, As'ad, Aldi, dan Jae, dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (27/7).
Kompetisi ini dibagi ke dalam lima kelompok umur (KU), yakni KU 5 untuk usia 6–7 tahun, KU 4 (8–9 tahun), KU 3 (10–11 tahun), KU 2 (12–13 tahun), dan KU 1 (14–15 tahun). Nomor pertandingan meliputi seluruh gaya utama dalam renang: gaya bebas, gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Semua peserta berasal dari klub-klub renang serta sekolah-sekolah tingkat TK hingga SMA yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
Motivasi utama penyelenggaraan event ini adalah minimnya ajang kompetisi yang berkualitas dan konsisten bagi kalangan perenang usia dini. Banyak anak-anak memiliki potensi luar biasa, namun belum mendapatkan ruang dan panggung yang layak untuk menunjukkan dan mengembangkan bakatnya.
"Kami ingin menyediakan platform pembinaan yang berjenjang dan sistematis, serta mengukur perkembangan teknik dan mental bertanding atlet sejak dini," jelas As'ad.
Perlombaan ini juga melibatkan orang tua dan pelatih sebagai pilar penting dalam pembinaan. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai motivator dan pengawas proses tumbuh-kembang atlet muda.
Menyikapi pencapaian perenang Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games, tim Nawasena Indonesia menilai capaian tersebut layak mendapat apresiasi, namun tak cukup menjadi akhir dari perjalanan. "Ini justru menjadi alarm bahwa pembinaan jangka panjang harus lebih serius dilakukan," ujar Aldi.
Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan sistem pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, ketersediaan kompetisi yang rutin, serta dukungan yang sinergis dari pemerintah, swasta, dan media. Tujuan jangka panjang dari Batavia Swim Series pun tidak berhenti pada penyelenggaraan tahunan. Acara ini diharapkan menjadi ajang talent scouting untuk menemukan bibit-bibit unggul yang bisa dipersiapkan menuju Pelatnas hingga kancah internasional.
"Dalam jangka panjang, hasil pemantauan dan data atlet dari event ini bisa kami rekomendasikan ke Akuatik sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet nasional," pungkas Jae.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
