Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Maret 2017 | 01.09 WIB

Anggaran Asian Games Masih Kurang Rp 2,5 Triliun

DIKEJAR WAKTU: Pekerja menyelesaikan renovasi kompleks kolam renang Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta (24/3). Pengerjaan ditargetkan selesai Oktober 2017. - Image

DIKEJAR WAKTU: Pekerja menyelesaikan renovasi kompleks kolam renang Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta (24/3). Pengerjaan ditargetkan selesai Oktober 2017.


JawaPos.com- Indonesia mengusulkan 36 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Asian Games 2018. Namun, keputusan final berada di tangan Olympic Council of Asia (OCA).



Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) percaya diri OCA akan menerima usulan Indonesia tersebut. Sebab, OCA yang meminta Asian Games diselenggarakan secara efektif. Sebanyak 36 cabor itu didasarkan pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.



”Yang minta cost effective itu OCA, bukan kami. Baca semua keputusan mereka tahun 2014. Indonesia ini menyelenggarakan Asian Games karena ketidaksanggupan Vietnam dari segi biaya,” ujar JK.



Hadir dalam rapat itu, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menkominfo Rudiantara, Ketua Inasgoc Erick Thohir, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, dan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.



Sebanyak 33 di antara 36 cabor yang diusulkan itu mengacu pada Olimpiade. Tiga cabor lainnya dipilih dengan pertimbangan minim biaya dan berpotensi menghasilkan medali untuk Indonesia. Tiga cabor itu adalah jet ski, bridge, dan paragliding.



Sebelumnya, sempat muncul usulan 42 cabor. JK menyatakan, pengurangan cabor itu akan berdampak banyak pada biaya penyelenggaraan. ”Kalau kurang atlet, biaya hotel pasti berkurang,” ujarnya.



Terkait dengan pendanaan, peraturan presiden (perpres) tentang pengadaan barang dan jasa Asian Games 2018 selesai pekan depan. Saat ini, masih ada telaah dari Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Sangat mungkin pemerintah menggunakan mekanisme pembentukan badan layanan umum (BLU) untuk mengelola pendanaan.



Ketua Inasgoc Erick Thohir mengungkapkan, penyelenggara membutuhkan anggaran terlebih dahulu dari pemerintah. Nilainya Rp 4,5 triliun. Yang telah dianggarkan Rp 500 miliar dan menunggu pencairan berdasar perpres. Potensi dana dari sponsor sebesar Rp 1,5 triliun. ”Uang sponsor tidak datang hari ini. Dibayar sepertiga awal tahun depan, sepertiga pas event, dan sepertiga sesudah event,” katanya.



Erick belum tahu seperti apa mekanisme untuk pemenuhan anggaran Rp 4,5 triliun itu. Apakah melalui APBN perubahan atau diusulkan pada tahun depan. Termasuk bentuk panitia penyelenggara yang menjadi BLU. ”Saya masih pelajari apa itu BLU. Maunya sih jadi swasta saja,” ujarnya.



Sementara itu, Wakil Ketua II Inasgoc Gatot S. Dewa Broto bakal berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk mengusulkan cabor apa saja yang bakal diajukan ke OCA. Yang pasti, cabor-cabor itu tidak boleh mengurangi potensi emas Indonesia yang mematok target peringkat kedelapan sampai 10.



Rapat juga membahas rencana pembentukan BLU yang akan mengolah pendapatan negara bukan pajak (PNBP) seperti tiket acara pembukaan dan penutupan. Penghasilan dari tiket bisa langsung dipergunakan oleh Inasgoc untuk penyelenggaraan Asian Games tanpa harus masuk ke kas negara. (jun/apu/c6/ca)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore