Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Desember 2021 | 22.15 WIB

Kaleidoskop 2021: Bom Gereja sampai Mabes Polri Diserang Teroris

SIAGA: RS Bhayangkara Palu dikawal ketat oleh aparat kepolisian saat menanti kedatangan jenazah Ali Kalora. (WAHONO/RADAR SULTENG) - Image

SIAGA: RS Bhayangkara Palu dikawal ketat oleh aparat kepolisian saat menanti kedatangan jenazah Ali Kalora. (WAHONO/RADAR SULTENG)

JawaPos.com - Sepanjang 2021 sejumlah kasus terorisme sempat menjadi sorotan utama publik. Bahkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mencatat terjadi peningkatan penangkapan terduga teroris sepanjang 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Densus 88, pada Januari sebanyak 29 orang terduga teroris ditahgkap. Kemudian Februari 24 orang; Maret, 75 orang; April, 70 orang; Mei 17 orang; Juni 25 orang; Juli 8 orang; Agustus 61 orang; September 7 orang; Oktober 1 orang; November 17 orang; dan Desember 36 orang.

"Jumlah penangkapan meningkat dengan semakin efektifnya kinerja Densus 88, dan setiap upaya penegakan hukum tujuannya adalah mengikis habis jaringan atau kelompok teroris yang ada," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Jumat (24/12).

Aswin mengatakan, total tersangka teroris ditangkap pada 2021 sebanyak 370 orang. Sedangkan, pada 2020 hanya 232 orang. Polri mengklaim meningkatnya jumlah tangkapan ini karena kinerja Densus 88 yang terus meningkat dan efektif. Di mana penegakan hukum dilakukan dari hulu ke hilir.

"Kegiatan-kegiatan monitoring, intelejen, pencegahan melalui kontra narasi dan kontra radikalisme hingga proses re-edukasi dan re-integrasi eks napi terorisme terus dilakukan, sebagai bentuk soft approach yang dilaksanakan oleh Densus 88," pungkas Aswin.

Salah satu aksi teror yang menghebohkan yakni bom bunuh diri meledak di depan Gereja Katedral di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.28 WIB. Aksi teror ini menewaskan 2 orang yang merupakan pelaku bom bunuh diri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri saat itu Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan, terdapat pengendara motor yang berboncengan ingin masuk ke dalam kawasan gereja. “Kita mendapatkan informasi ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendraan sepeda motor matic, yang diduga dinaiki dua orang. Kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang Gereja Katedral,” kata Argo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Minggu (28/3).

Jenderal polisi bintang dua menjelaskan, kedua terduga pelaku yang berboncengan ini berusaha masuk ke pintu gerbang Gereja Katedral. Saat itu, kegiatan ibadah pagi sudah selesai dan jamaah ingin keluar dari gereja.

“Jadi pada awalnya memang pelaku diduga menggunakan roda dua mau memasuki pelataran pintu gerbang dari katedral, yang kebetulan jam tersebut sudah selesai daripada kegiatan misa dan kemudian karena melihat banyak yang keluar dari gereja. Memang saat ini tidak full, sesuai dengan protokol kesehatan itu separuh dari jemaah yang hadir di Gereja itu,” ucap Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menyebut, petugas gereja sempat menghalau kedua terduga pelaku itu untuk memaasuki kawasan gereja. Saat dilakukan penghalangan, bom seketika langsung meledak. Densus 88 Anti Teror Polri terus melakukan penangkapan kepada terduga teroris pasca terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Sampai dengan 1 Mei 2021, sudah ada 99 terduga teroris yang diamankan dari berbagai wilayah.

"Total secara keseluruhan yang telah diamankan pasca ledakan Gereja Katedral di Makassar, sampai saat ini sebanyak 99 orang," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (1/5).

Penangkapan terbanyak dilakukan di wilayah Makassar. "Kami sampaikan Densus 88 Antiteror Polri telah melakukan penahanan terhadap 55 teroris di Makassar, yang terdiri dari 48 orang laki-laki dan tujuh perempuan," imbuhnya.

Operasi terakhir digelar pada 29 April 2021. Belasan terduga teroris diamankan. "Polri berhasil mengamankan 11 terduga atau tersangka teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Makassar," jelas Ramadhan.

Mabes Polri Diserang

Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman bebas dari Lapas Salemba, Jakarta Pusat, hari ini, Senin (30/10).

TAK INGIN KEBOBOLAN LAGI: Pengamanan di Mabes Polri diperketat setelah insiden penyerangan teroris kemarin (31/3). Semua tamu diperiksa dan barang bawaan mereka digeledah. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

Aksi teror juga sempat terjadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada 31 Maret 2021. Teroris bernama Zakiah Aini (ZA), 25, melakukan aksi penembakan di dalam kompleks Mabes Polri, tepatnya di pos penjagaan gerbang utama.

Posisinya dekat dengan Gedung Utama Mabes Polri yang menjadi ruang kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.30. Dari video yang beredar, terlihat teroris tersebut berjalan dari arah gerbang belakang Mabes Polri.

Dia membawa amplop atau map berwarna kuning dan tas kecil warna hitam. Lalu, teroris itu mengambil sesuatu dari dalam tas. Diduga senjata laras pendek. Dia lantas menuju pos penjagaan gerbang utama. Dua anggota polisi terlihat mendekat. Namun, mereka langsung menghindar saat teroris tersebut mengacungkan senjata api.

Teroris itu lalu menembak ke beberapa arah sembari berjalan. Tidak berapa lama, dia roboh tergeletak di jalan, dekat pos penjagaan. Tewas tertembus peluru polisi. Mabes Polri telah menyelesaikan audit terkait pengamanan yang diterapkan saat markasnya diserang oleh Zakiah Aini. Disimpulkan tidak ada kelalaian dari petugas hingga berujung aksi penyerangan.

Petugas DVI Polda Sulsel dibantu PMI Kota Makassar melakukan olah TKP dan membersihkan sisa material bom di Jl Kajaolalido Minggu, 28 Maret. Bom meledak tepat di depan Gereja Katedral -- TAWAKKAL/FAJAR

LONE WOLF: Zakiah Aini yang ditembak mati polisi karena menyerang Mabes Polri. Dia diduga terpapar paham ISIS. Zakiah Aini diduga membawa airgun Hingga kemarin belum diketahui asal senjata tersebut. (MABES POLRI)

"Semua disimpulkan bahwa SOP sudah berjalan dengan baik," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/4).

Rusdi menuturkan, pasca penyerangan oleh Zakiah, Mabes Polri langsung meningkatkan pengamanan di markasnya. Pengunjung atau tamu yang datang, diperiksa lebih ketat, agar dipastikan tidak membawa barang-barang berbahaya.

"Rekan-rekan bisa melihat sendiri bagaimana pemeriksaa tempat-tempat penjagaan itu akan ditingkatkan lagi terutama bagi masyarakat atau tamu yang memiliki kepentingan di Mabes Polri," jelasnya.

Pengetatan ini juga diberlakukan Mabes Polri di seluruh Polda, Polres hingga Polsek jajaran. "Di satuan-satuan kewilayahan telah dilakukan audit pengamanan sehingga betul-betul pengamanan di markas-markas kepolisian dapat berjalan dengan baik," pungkas Rusdi.

Ali Kalora Tewas Ditembak

Photo

SIAGA: RS Bhayangkara Palu dikawal ketat oleh aparat kepolisian saat menanti kedatangan jenazah Ali Kalora. (WAHONO/RADAR SULTENG)

Masih di tahun 2021, Polri melalui Satgas Madago Raya dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Peristiwa terjadi di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (18/9) sekitar pukul 17.20 WITA.

Dalam kontak senjata ini, pimpinan MIT, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas ditembak mati oleh petugas. Dia merupakan salah satu Daftar  Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme yang jadi sasaran utama aparat. Ali diketahui sebagai pemegang tongkat kepemimpinan MIT pasca ditangkapnya Santoso.

"Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora yang pernah menggegerkan karena menyembelih banyak warga dengan sadis di Sulteng, setelah buron hampir setahun, hari ini ditembak mati oleh Densus AT/88," kata Menko Polhukam Mahfud MD melalui akun twitter resminya @mohmahfudmd.

Selain Ali, Satgas Madago Raya juga menembak mati 1 DPO lainnya. Yakni Jaka Ramadhan alias Ikrima. "Ia ditembak bersama seorang anak buahnya yang bernama Ikrimah. Masyarakat harap tenang," imbuh Mahfud.

Dengan tewasnya 2 DPO ini, maka kelompok MIT hanya tersisa 4 orang lagi yang masih buron. Mereka yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

Munarman Ditangkap

Photo

PROTES TAK DIGUBRIS: Munarman diringkus anggota Densus 88 Antiteror di rumahnya di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4). (POLDA METRO JAYA FOR JAWA POS)

Penangkapan teroris lainnya yang menghebohkan yakni dilakukan kepada Pengacara eks Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Munarman. Munarman ditangkap di rumahnya di Perumahan Modern Hills, Cinangka - Pamulang, Tangerang Selatan, sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB. "Ya (Munarman ditangkap)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (27/4).

Argo menyebut, jika eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu diduga terlibat tindak pidana terorisme. "Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme," jelasnya.

Dia diduga dalam tindak pidana terorisme berupa mengikuti proses baiat di 3 kota. "Terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta kemudian juga kasus baiat di Makassar dan ikuti baiat di Medan. Ada tiga hal tersebut," Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Porli, Jakarta Selatan, Selasa (27/4).

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menggeledah bekas sekretariat Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Penggeledahan ini berkaitan dengan penangkapan Pengacara Rizieq Shihab, Munarman.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, hasil penggeledahan ini penyidik menyita sejumlah barang. Termasuk adanya atribut ormas FPI. "Dalam pengeledahan di kantor seketariat ormas terlarang tersebut, ditemukan pertama adalah atribut ormas terlarang yang sudah dilarang pemerintah, beberapa atribut terlarang," kata Ramadhan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/4).

Penyidik juga menemukan beberapa dokumen. Namun, saat ini isi dokumen tersebut masih didalami. Selain itu, adapula botol-botol berisi serbuk, yang diduga mengandung asam nitrat tinggi jenis aseton. "Terakhir ada beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP merupakan bahan aseton yang digunakan bahan peledak yang mirip dengan yang ditemukan di Condet dan Bekasi beberapa waktu yang lalu," jelas Ramadhan.

Sementara itu, Pengacara Munarman, Aziz Yanuar membantah jika barang yang ditemukan itu adalah bahan peledak. Menurut dia, bahan-bahan kimia itu merupakan pembersih toilet. "Terhadap temuan di gedung eks sekretariat DPP FPI kami informasikan bahwa yang ditemukan oleh pihak kepolisian adalah deterjen dan obat pembersih toilet yang dahulu biasa digunakan untuk program kerja bakti bersih-bersih tempat wudhu dan toilet masjid dan musala," kata Aziz kepada wartawan, Rabu (28/4).

Begitu pula dengan buku-buku jihad yang disita dari rumah Munarman di Tangerang Selatan. Menurut Aziz itu tidak berkaitan denga aksi terorisme. "Buku-buku yang disita di rumah klien kami, buku-buku tersebut merupakan koleksi intelektual yang mengisi perpustakaan pribadi klien  kami," jelasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore