
Debat kandidat calon Gubernur Sumut belum lama ini.
JawaPos.com – Elektabilitas dua pasangan calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami fluktuasi jelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) konsisten mengungguli Djarot-Sihar (Djoss).
Survei tersebut dilakukan pada 8-12 Juni lalu dengan responden 1.000 orang. Sebelumnya, survei juga dilakukan pada April lalu dengan hasil keunggulan Eramas.
“Survei menggunakan margin of error 3,16 persen dan dilakukan dengan metode pada umumnya, yakni multistage random sampling," ujar Peneliti Senior LSI Denny JA, Rully Akbar, Jumat (22/6).
Dalam survei tersebut, Rully menjelaskan, pasangan Eramas mendapat dukungan 45,5 persen mengungguli Djoss yang mendapat dukungan 34,7 persen. Dari hasil tracking survei, menunjukkan konsistensi kenaikan pasangan Eramas dari April 2018 sebanyak 43,3 persen menjadi 45,5 persen pada Juni 2018.
Begitu juga untuk pasangan Djoss yang mengalami kenaikan dari 33,3 persen di bulan April 2018, menjadi 34,7 persen di bulan Juni.
Disebutkan Rully, dari simulasi breakdown berdasarkan gender dan usia, rata-rata di atas 40 persen memilih Eramas. Begitu pula dengan simulasi breakdown berdasarkan latar belakang pendidikan dan pendapatan, rata-rata di atas 40 persen memilih Eramas.
Hanya pemilih berlatar belakang pendapatan di bawah Rp 999 ribu pemilih Eramas bersaing dengan pemilih Djoss.
Dia menjelaskan, ada dua alasan Eramas masih unggul dari Djoss. Pertama, Eramas unggul telak di suku Jawa, Melayu, dan pemilih Muslim.
Pada segmen pemilih bersuku Jawa, Eramas unggul telak 64,2 persen sedangkan Djoss 17,9 persen. Pemilih Melayu, Eramas unggul 79,3 persen dan Djoss 3,4 persen. Sementara basis pemilih beragama Islam yaitu Eramas sebesar 65,2 persen dan Djoss 14,7 persen.
Faktor kedua, karena Eramas konsisten unggul di 8 dapil, antara lain Dapil 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 12. Sedangkan Djoss hanya di 4 dapil, yakni Dapil 8, 9, 10, dan 11.
Lebih jauh lagi Rully mengatakan, Djoss belum bisa merebut posisi puncak karena dua alasan. Pertama, Djoss dikenal paling tinggi, tapi kurang disukai. Dari tingkat pengenalan calon gubernur, perolehan tertinggi adalah Djarot Saiful Hidayat (91,3 persen), disusul Edy Rahmayadi (89,5 persen). Sedangkan untuk calon Wakil Gubernur, tingkat pengenalan Sihar Sitorus (74,0 persen), sedikit lebih unggul dari Musa Rajekshah (70,7 persen).
Untuk tingkat kesukaan terhadap calon, Edy Rahmayadi memperoleh (78,7 persen), Musa Rajekshah (74,2 persen). Sedangkan Djarot Saiful Hidayat sebesar (67,8 persen) dan Sihar Sitorus (63,4 persen).
Sedangkan alasan kedua, dari efek debat tidak berpengaruh. Pengaruh debat terhadap pilihan memanglah sangat tinggi yakni 69,4 persen, akan tetapi hanya 18 persen publik yang mengikuti debat kandidat tersebut.
Ketika ditanyakan paslon yang dianggap dominan dan menguasai materi, Eramas mendapat 49,1% dan Djoss 41,1%. "Survei ini sangat kecil peluangnya untuk berubah hingga tanggal pemilihan," katanya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
