
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat meninjau ke lokasi banjir bandang Banyuwangi
JawaPos.com – Banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu melanda Banyuwangi. Ada empat dusun di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi yang terdampak. Akibat dari banjir bandang itu, dilaporkan sekitar 300 rumah terkena dampak dan 15 rumah rusak berat. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa.
Air dilaporkan mulai masuk ke perkampungan warga mulai pukul 09.00 WIB. Jalu, salah seorang warga mengatakan kalau lama kelamaan, air bercampur lumpur mulai masuk ke rumah. "Melihat derasnya Sungai Badeng, warga bersiap-siap. Ternyata benar, air dari Sungai Badeng meluap dan membawa banyak lumpur," ujar Jalu.
Empar dusun yang terdampak adalah Dusun Gari, Bangunrejo, Karangrejo, dan Wonorejo. Limpahan air juga membuat akses jalan dari Banyuwangi menuju Jember melalui Gambor ditutup akibat jalan tertutup lumpur. Kendaraan tidak bisa melintas dengan aman.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas langsung memantau penanganan pascabencana. Berdasarkan penjelasan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir diakibatkan gerakan tanah di lereng Gunung Raung sisi Banyuwangi, tepatnya kawasan Gunung Pendil akibat curah hujan tinggi.
Gunung Pendil adalah gunung yang muncul dari muntahan lahar Gunung Raung ratusan tahun silam, sehingga struktur tanahnya tidak terlalu solid. Gerakan tanah tersebut akhirnya mengakibatkan sejumlah material vulkanik Gunung Pendil yang mengendap ratusan tahun terangkat.
"Hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Raung membuat endapan material vulkanik tersebut longsor. Akibatnya pohon-pohon yang ada di lereng Gunung Raung juga terseret banjir," kata Anas saat datang ke lokasi.
Anas menegaskan bahwa longsoran material ini bukan akibat hutan gundul. Hasil penelitian PVBMG akhir Mei lalu membuktikan bahwa longsor di Raung akhir-akhir ini diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengikis permukaan tanah di lereng gunung. Hutan di kawasan itu sendiri masih sangat lebat.
"Dari penelitian PVBMG bulan Mei lalu, areal longsor di hulu Sungai Badeng memang cukup luas. Longsor yang terjadi di kawasan Raung mencapai ketinggian 390 meter dengan lebar 40-50 meter. Jadi ini material vulkanik gunung yang terbawa air karena curah hujan tinggi," kata Anas.
Saat di lokasi Anas memastikan agar warga yang terdampak segera mendapat penanganan. Sisa-sisa material yang menggenangi perumahan warga segera dibersihkan petugas BPBD.
"Konstruksi jembatan yang menjadi lintasan sungai segera diubah. Kami juga akan mengajak warga yang berpotensi terdampak untuk lebih tanggap bencana," kata Anas.
Pemkab Banyuwangi langsung mengerahkan empat alat berat (eksavator) untuk membersihkan lumpur. Anas memerintahkan untuk menambah excavator agar proses pembersihan bisa lebih cepat.
"Kami telah koordinasi dengan Kodim Banyuwangi untuk saling bantu lakukan pembersihan. Eksavator dan truk-truk ditambah untuk mempercepat proses normalisasi pasir di rumah-rumah warga, jalan, dan jembatan. Terutama jembatan agar bisa segera digunakan," kata Anas.
Pemkab Banyuwangi juga langsung mendirikan dapur darurat untuk para korban terdampak. "Stok beras dan makanan semua disiapkan untuk membantu warga yang terdampak. Dinas Kesehatan juga turun memeriksa kesehatan warga," kata Anas.
Selain itu, saluran tersier yang berpotensi mengganggu 500 hektare sawah juga dinormalisasi. Namun menurut Anas, untuk rumah yang rusak butuh proses karena membutuhkan waktu.
"Badan Amil Zakat juga terlibat membantu warga," kata Anas

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
