
Politikus PDI-P Eva Kusuma Sundari
JawaPos.com - Karena ongkos kontestasi politik yang mahal, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto pun mencari donasi lewat @GALANGPERJUANGAN ke masyarakat dan juga para pendukungnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari mempertanyakan kenapa nama tempat donasi itu ada kata perjuangannya. Ini seperti mirip dengan partainya ada nama perjuangannya.
"Tapi namanya asik ya perjuangan. Kenapa sama dengan partai gue PDIP?. Ini apa kalkulasinya?. Atau strategi Gerindra pakai branding perjuangan," ujar Eva saat dihubungi, Jumat (22/6).
Oleh sebab itu, Anggota Komisi XI DPR ini takut para keder PDIP, simpatisan dan juga pendukung mengira donasi @GALANGPERJUANGAN milik partai yang dimotori oleh Megawati Soekarnoputri. Lantaran ada nama belakangnya perjuangan.
"Aku khawatir sih entar pendukung banteng mengira itu punya PDIP," katanya.
Selain itu, Eva mengaku apa yang dilakukan oleh Prabowo Subianto pernah PDIP lakukan pada Pilpres 2014 lalu. Kala itu nama donasinya dengan nama rekening Gotong Royong.
"Sehingga semoga sukses sama seperti PDIP," pungkasnya.
Sebelumnya, lantaran biaya Pilpres 2019 mahal, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto meluncurkan gerakan donasi @GALANGPERJUANGAN.
Prabowo mengumumkan gerakan itu lewat pidato politiknya yang diunggah dalam akun Facebook resmi miliknya. Video itu diketahui berdurasi 19.46 menit.
"Melalui akun Facebook ini secara resmi saya umumkan peluncuran sebuah aplikasi sarana penggalangan dana yang secara khusus diperuntukkan guna mendukung perjuangan politik kita demi perbaikan kondisi Bangsa, Negara dan Rakyat Indonesia," ujar Prabowo, Jumat (22/6).
Menurut Prabowo, Indonesia telah memilih jalan demokrasi dalam berbangsa dan bernegara. Di mana seluruh kebijakan publik yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin adalah sebuah keputusan politik (political decision). Dan keputusan itu berdampak sangat besar bagi kehidupan rakyat.
Jalan demokrasi Indonesia semakin dirasa melenceng dari pemikiran pendiri bangsa kita dan mengarah ke dalam liberalisasi demokrasi. Calon pemimpin dan partai politik dihadapkan pada proses demokrasi biaya tinggi. Sehingga hanya pihak yang memiliki modal besar dan atau didukung oleh pemilik modal besar lah yang akan menang.
Demokrasi liberal berbiaya tinggi ini mengakibatkan banyaknya para pemimpin di Indonesia mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat nasional tersandera oleh kepentingan pemilik modal yang mendukungnya maju di kancah pemilihan. Dampaknya, semakin hari semakin banyak pemimpin kita yang terjerat kasus korupsi dan persekongkolan bisnis kebijakan.
Politik balas budi yang mengakibatkan seorang pemimpin negeri ini tersandera oleh kepentingan pengusaha besar, taipan, bandar, dan cukong harus segera dihentikan. Semua pihak harus mencari, mewujudkan dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang jujur, cerdas dan memiliki integritas tanpa adanya embel-embel di belakangnya.
Oleh sebab itu Prabowo mengajak mayararakat bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat @GalangPerjuangan ini. Korbankan sedikit harta, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mie instant untuk mendapatkan pemimpin Indonesia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
