Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juni 2018 | 18.34 WIB

PSI: Janganlah Tebar Politik Ketakutan

Jubir PSI Dedek Prayudi - Image

Jubir PSI Dedek Prayudi

JawaPos.com - Kontestasi politik terus memanas jelang Pemilu 2019. Para politisi terus mengemukakan isu-isu baru. Ada politisi yang dianggap memainkan politik ketakutan.


Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyebut, saat ini Prabowo Subianto sedang memainkan politics of fear untuk memenangkan calon dari Gerindra dalam pilkada maupun pemilu. Cara politik mantan Danjen Kopassus itu dianggap tidak cocok dari kalangan anak muda


"Sah-sah saja, tapi anak muda lebih suka dengan politics of hope, cara berpolitik yang menghadirkan harapan melalui program kongkrit. Janganlah tebar polisik ketakutan dan pesimisme", kata Dedek Prayudi dalam keterangan persnya, Kamis (21/6).


Politikus muda yang kerap disapa Uki itu menganggap, untuk melihat Indonesia berada di jalur yang benar atau tidak, maka laju pembangunan harus diperhatikan.


"Bangsa ini memang masih memiliki banyak sekali tantangan pembangunan tapi kalau saja Pak Prabowo teliti dalam melihat laju pembangunan beberapa tahun belakangan, saya yakin beliau paham kenapa Indonesia sudah berada pada 'track' yang benar," sambungnya.


Uki menginggung persoalan ketimpangan ekonomi yang juga menjadi materi pidato Prabowo Subianto. "Indikator yang dipakai dunia internasional termasuk Indonesia dalam melihat ketimpangan adalah Gini Rasio. Data BPS menunjukkan terjadi penurunan Gini rasio semenjak 2014 hingga hari ini, yakni dari 0,414 menjadi 0,391," jelas Uki.


"Strategi pemerintah yang fokus kepada pemecahan ketimpangan seperti redistribusi aset dan lahan, upaya perkuat akses pada modal seperti kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat, dan pendidikan vokasi pada pariwisata dan industri kreatif terbukti menekan ketimpangan di masyarakat," lanjut Uki.


Mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini juga menyinggung soal pendapatan rakyat yang disebut Prabowo sangat kecil. "Ini sangat tidak masuk akal menurut metode penghitungan ilmiah. BPS dan ILO mencatat bahwa rata-rata gaji penduduk Indonesia sudah di atas garis kebutuhan atau pun UMR," terang Uki.


Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore