
KETUPAT: Tuminah,70, penjual selongsong ketupat tengah melayani pembeli di Pasar Nangka, Solo, Kamis (21/6).
JawaPos.com - Rangkaian perayaan Lebaran masih berlangsung. Beberapa daerah biasanya menggelar tradisi bernama Bakdan Ketupat. Sesuai namanya, tradisi ini menghadirkan menu utama berupa ketupat.
Makanan khas Lebaran itu disandingkan dengan beberapa jenis sayur. Bisa opor atau lainnya. Seperti halnya di Solo. Di Kota Bengawan, Bakdan Ketupat diadakan setiap hari ketujuh Lebaran. Itu jatuh pada Kamis (21/6) ini.
Hadirnya tradisi tersebut menjadi berkah bagi para penjual selongsong ketupat. Mereka berbondong datang ke Solo dengan membawa ribuan janur kuning. Para pedagang musiman itu biasanya hadir di pasar-pasar tradisional.
Hampir semua pasar tradisional di Solo pasti ada pedagang selongsong ketupat. Mereka kebanyakan bukan dari Solo. Ada yang dari Karanganyar, Salatiga, Bantul, Sukoharjo dan beberapa kota lainnya.
Salah satu pedagang selongsong ketupat adalah Tuminah. Nenek 70 tahun dari Karanganyar itu menjajakan selongsong ketupatdi Pasar Nangka. Tuminah datang ke pasar pukul 03.00 WIB. Dia naik becak bersama suaminya, Darno, 70.
Tuminah tidak membuat selongsongnya sendiri. Melainkan membeli dari pedagang lain. Lalu dia jual kembali dengan harga berbeda. "Biasanya saya beli Rp 7.500 untuk setiap 10 selongsong. Lalu saya jual kembali dengan harga Rp 10.000, " terang Tuminah kepada JawaPos.com, Kamis (21/6).
Selain menjual selongsong, Tuminah juga menjual ketupat yang sudah siap makan. Kalau untuk ketupat isi, Tuminah menjual dengan harga Rp 20 ribu per 10 unit. Tuminah memasaknya sendiri di rumah.
Pedagang lainnya adalah Junaidi, 40. Pria asal Salatiga itu menjajakan dagangannya di Pasar Legi. Dia sudah tiba di pasar sejak beberapa hari yang lalu. Junaidi memang sudah rutin berjualan di Pasar Legi setiap kali Bakdan Ketupat.
Junaidi memasang harga Rp 6.000 untuk setiap 10 selongsong. "Saya membawa tiga ikat janur. Untuk satu ikat bisa jadi 700-an selongsong. Kalau di sini kan sudah banyak pelanggannya," ungkapnya kepada
JawaPos.com.
Salah seorang warga, Wati, 48 mengatakan, harga selongsong ketupat memang bervariasi. Meski begitu untuk mengikuti tradisi, dirinya pun tetap membeli dan memasaknya di rumah. "Tadi saya dapat harga Rp 15 ribu. Tapi ya sudahlah tidak apa-apa, kan setahun sekali," ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
