Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 23.20 WIB

Senangnya Umi Bisa Cium Tangan Jokowi

Umi Hani,60, warga Solo, Jateng yang berhasil mencium tangan Presiden Jokowi, Sabtu (16/6). - Image

Umi Hani,60, warga Solo, Jateng yang berhasil mencium tangan Presiden Jokowi, Sabtu (16/6).

JawaPos.com - Rasa bahagia tidak terkira terlihat dari wajah Umi Hani. Bagaimana tidak, nenek 60 tahun ini berkesempatan bersalaman dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembagian sembako di halaman Graha Saba, Sabtu (16/6) pagi.


Tidak sekadar bersalaman, warga Minapadi, Banjarsari, Solo ini juga bisa mencium tangan Jokowi. Padahal tidak setiap warga bisa mendapatkan kesempatan langka ini.

Protokoler dan pengamanan melekat dari Paspampres membuat banyak warga gagal hanya untuk sekadar mendekat terlebih bersalaman. Tetapi, Umi mengaku sangat mudah merangsek dan mendekat dengan Jokowi. Mendapat kesempatan tersebut, Umi langsung bersalaman dan mencium tangan kanan Jokowi yang saat itu mengenakan kemeja putih dan celana hitam.


"Saya sangat bahagia sekali bisa bersalaman dan mencium tangannya pak Jokowi. Ini adalah kesempatan langka. Dan saya sangat senang mak cles," ungkap Umi kepada JawaPos.com.


Umi mengatakan, dirinya memang sudah sejak lama mengidolakan mantan Wali Kota Solo tersebut. Menurutnya, sosok Jokowi merupakan sosok yang sangat menganggumkan. Dia tidak pernah membedakan antara warga yang satu dengan yang lainnya. Pembawaannya juga dianggap sangat ramah dan begitu bijak. "Sama masyarakat itu tidak dibeda-bedakan," kata Umi.


Umi pun tidak pernah menyangka, rencananya mengambil sembako di halaman Gedung Graha Saba membuatnya bisa bersalaman dan mencium tangan Jokowi.
Umi mengatakan, awalnya dirinya bersama keluarga datang ke Graha Saba untuk mendapatkan sembako.


Umi pun tidak membawa kupon seperti yang lainnya. Dia hanya modal nekat dan berharap masih ada sisa sembako yang bisa dibawa pulangnya. Setelah mengantre lebih kurang satu jam, akhirnya Umi bisa mendapatkan sembako yang berisi beras, gula, minyak dan juga teh itu.


Karena tidak mempunyai kupon, Umi pun harus mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disediakan oleh panitia. Ini dilakukan sebagai tanda bahwa dirinya sudah mengambil sembako bantuan presiden.


Umi cukup bersyukur bisa mendapatkan sembako. Nantinya sembako akan dimasak untuk keperluan sehari-hari. "Ini mau dimasak sendiri, tadi datang ke sini bersama keluarga. Dan niatnya untuk mendapatkan sembako seperti yang lain," katanya.


Ternyata, tidak kali ini saja Umi mengantre untuk mendapatkan sembako. Ini kali kedua ia rela antre bersama ribuan warga lainnya. "Tahun kemarin juga mendapatkan dan ini juga mendapatkan," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore