
Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara di sebuah diskusi yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Israel, Minggu (10/6).
JawaPos.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) yang juga Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan ke Israel. Belakangan itu menjadi polemik karena Indonesia posisinya mendukung kemerdekaan Palestina, dan mengkritik pemindahaan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem.
Ketua PBNU, Robikin Emhas menilai sikap Gus Yahya dan NU jelas dan tegas mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Hal itu sudah dilakukan sejak tahun 1938.
"Dukungan terhadap Palestina akan terus dilakukan NU hingga Palestina menerima hak-haknya sebagai negara merdeka dan berdaulat," ujar Robikin kepada JawaPos.com, Kamis (14/6).
Robikin megaku sudah mendapatkan informasi, kedatangan Gus Yahya Staquf hadir adalah selaku pribadi. Tidak mewakili PBNU atau NU, ataupun pemerintah.
"Saya kenal Kiai Yahya Staquf. Selain sosok yang berintegritas, beliau adalah pribadi yang sangat commited terhadap nilai perjuangan," katanya.
Sehingga dirinya tahu benar komitmen dan dukungan Gus Yahya untuk Palestina. Bahkan tidak sedikit pun dirinya ragu. Cita untuk Palestina yang damai dan berdaulat itu bukan saja karena sikap NU. Namun dia jua percaya Gus Yahya mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.
"Sudah mengalir dalam darah dan nafas perjuangan Kiai Yahya Staquf itu sendiri (mendukung Palestina merdeka)," pungkasnya.
Sekadar informasi, Gus Yahya bertolak ke Israel atas undangan Universitas Tel Aviv untuk menjadi pembicara dengan tema 'Shifting the Geopolitical Calculus; From Conflict to Cooperation'.
Gus Yahya sempat berdialog dengan Forum Global Yahudi Amerika saat berkunjung ke Israel. Dalam forum dialog dengan Direktur Hubungan Antaragama Rabi David Rosen, Yahya mengatakan bahwa kunjungannya ke Israel kali ini tak lepas dari melanjutkan pekerjaan mantan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Di pertemuan itu, Gus Yahya menyampaikan sejumlah hal, mulai dari langkah yang telah dilakukan Gus Dur sebelumnya, hubungan Yahudi dan Islam, hingga tentang kasih sayang untuk menyelesaikan suatu konflik.(gwn/Gunawan Wibisono)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
