
CANGGIH: Alat perontok padi yang diciptakan mahasiswa UMM.
JawaPos.com - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan alat alternatif pengayak padi. Mereka menamakannya Screentel Padi.
Screentel Padi atau pengayak padi adalah sebuah alat untuk memisahkan bulir padi dari gagangnya. Alat tersebut hadir di antara teknologi konvesional.
Screentel membawa angin segar kepada petani yang masih merontokkan padi dengan tangan atau memanfaatkan penggunaan mesin berbahan bakar minyak (BBM). Alat tersebut didesain tidak membutuhkan BBM untuk pengoperasiannya. Selain hemat energi, risiko cedera otot yang dialami petani karena cara tradisional juga dapat diminimalisir.
"Screentel padi sebagai alat pengayak padi yang di desain ergonomis untuk mengurangi cidera otot pada sebagian petani yang setiap hari mengayak padi secara tradisional," ujar Cyntia Fea Saputri, salah satu anggota kelompok pembuat Screentel, Rabu (13/6).
Penggunaan Screentel Padu juga cukup mudah. Petani hanya perlu mengayuh pedal di alat. Slanjutnya, Screentel dapat bekerja sendiri dengan gir maju mundur yang bisa di setting sesuai keinginan.
Dengan demikian, alat ini dapat meringankan petani. Terutama yang masih tradisional dan menggunakan sabit. Meski terkesan sederhana, hasil pemisahan bulir padi yang dihasilkan sama kualitasnya dengan mesin berbahan bakar.
Kini, Cyntia bersama tim terus berusaha menyempurnakan Screentelnya. Mereka berkeinginan untuk memasarkan alat tersebut dengan harga yang cukup bersahabat dan ramah di kantong petani. "Rencananya nanti jika dikomersilkan akan kami jual dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
