
Inilah salah satu bawang putih petani Magelang.
JawaPos.com - Pada era 80–90-an, Kabupaten Magelang menjadi salah satu sentra bawang putih terbesar di Indonesia. Persisnya di lereng Gunung Sumbing, Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari. Namun seiring dengan mulai masuknya bawang putih impor pada 1995-an, kejayaan bawang putih Magelang berangsur surut.
Kini, geliat kebangkitan bawang putih di dua kecamatan tersebut mulai menghasilkan. Selain cabai dan hortikultura lain, petani setempat makin atraktif dengan tanam bawang putih secara masif, sentranya di Kecamatan Kaliangkrik dan Windusari.
Data dari Kementerian Pertanian, total sampai dengan saat ini terdapat 14 perusahaan yang memiliki komitmen tanam di Magelang. Varietas lokal yang ditanam seperti lumbu hijau, lumbu kuning, lumbu putih, tawangmangu mampu memproduksi rata-rata tujuh ton per hektare.
Guna menggenjot produksi bawang putih, Direktorat Hortikultura Kementan tengah menguji benih impor Taiwan jenis Great Black Leaf (GBL). Di Temanggung, GBL cukup berhasil alias adaptif dengan produktivitas mencapai 10 ton per hektare.
Petani bawang putih di Magelang, Tunov mengapresiasi program wajib tanam lima persen bawang putih oleh pelaku usaha importir. Sebab petani cukup diuntungkan dengan pola kemitraan ini.
“Sejauh ini kemitraan berjalan lancar dan tidak ada kendala yg berarti lapangan. Baik importir maupun petani sama sama menjaga komitmen bersama," ujar dia.
Pernyataan yang sama dikatakan Awalin, ketua Poktan Sido Maju. Saat ini, dia bermitra dengan salah satu importir yang berkomitmen dengan wajib tanamnya.
“Kami mendapat Rp 50 juta per hektare untuk kebutuhan benih, saprodi, dan tenaga kerja. Ini Alhamdulillah sesuai dengan kesepakatan kerja samanya," terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Wijayanti mengatakan, pihaknya terbuka terhadap kerja sama kemitraan pelaku usaha importir, dengan petani bawang putih.
"Hasilnya realisasi tanam melalui APBN 2018 seluas 300 hektare dan wajib tanam importir seluas 1.356 hektare," jelasnya.
Pola yang Menguntungkan
Dirjen Hortikultura Suwandi menyatakan, pola kemitraan ini sangat bagus dan menguntungkan kedua belah pihak. Pelaku usaha menyiapkan modal dan tata niaganya. Sedangkan petani melakukan budi daya sehingga kemitraan terus berjalan secara berlanjutan.
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kami terus mengembangkan bawang putih secara bertahap untuk mencapai swasembada dan kesejahteraan petani. Target swasembada pada 2021 ditanam 80 ribu hektare,” sebutnya.
Suwandi mengungkapkan, pada 2018 Kementan siap mengembangkan kawasan bawang putih dari APBN seluas 6.100 hektare lebih.
“Pelaku usaha wajib tanam 7.400 hektare, juga ada tanam petani swadaya dan investor,” terang Suwandi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
