
Imam Besar Italia (kiri) bertemu Paus Fransiskus
JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri 1439 H menjadi penting bagi Imam Besar Italia Yahya Sergio Yahe Pallavicini sebab Idul Fitri menjadi tempat bagi manusia untuk menemukan sifat sejati umat manusia. Manusia dapat menemukan sifat spiritual yang sejati dan mendalam.
Menurut Sergio, Idul Fitri mengembalikan akar dan identitas keagamaan alami. Dia dan umat Muslim di Italia dapat merasakan emosi ini dan dengan tulus berterima kasih kepada Allah SWT.
"Jika kita melihat ke kutipan tentang Ramadan di surat Al Baqarah, kita menemukan bahwa puasa dimulai sebagai kesempatan manusia untuk bertakwa, mempertebal kesalehan, dan berakhir sebagai kesempatan manusia untuk bersyukur atau berterima kasih," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis, (13/6).
Selama bulan Ramadan, Imam Besar yang juga Presiden Komunitas Muslim atau Comunita Religiosa Islamica Italiana (COREIS) ini juga melakukan perjalanan untuk bertemu dengan umat Muslim di Italia dari Utara ke Selatan Italia. Ia juga merasa senang sebab setiap tahunnya hadir organisasi Muslim yang baru di negeri pizza tersebut.
"Mereka membuka Mushala kecil dan menyediakan buka puasa bagi ratusan Muslim dengan cara yang sederhana namun menyenangkan," katanya.
Dia dan komunitas Muslim juga membuat program khusus selama Ramadan. Program ini untuk para imigran, pengungsi, dan anak-anak yaitu membagikan 114 pizza dan makanan manis.
"114 pizza menggambarkan 114 bab yang ada di Alquran. Pizza makanan khas Italia, dan makanan manis menggambarkan ajaran dan teladan Nabi," ujar Sergio.
Tak jarang Muslim di Italia mendapat tantangan sebagai minoritas. Seperti ketidaktahuan mengenai Muslim yang sebenarnya yang menyebabkan interpretasi negatif mengenai Islam.
Namun, ia dan Muslim lainnya berusaha untuk menanggapinya dengan hati, dan membantu satu sama lain. Menurutnya, Allah selalu memberikan bantuan bagi mereka.
"Kita harus meghadapi situasi ini dengan pengetahuan dan budaya," katanya. "Kita harus kritis tetapi konstruktif. Sabar tetapi bijaksana. Kembangkan disiplin intelektual tanpa kebencian. Kerukunan spiritual tanpa pelanggaran atau kekerasan. Memberikan pengetahuan dan bukan provokasi," pungkasnya.
Pria kelahiran 1965 ini akan berlebaran dengan keluarganya di Milan. Ia juga akan merayakan lebaran di tengah kehangatan dengan keluarga, walaupun lebaran belum menjadi hari libur nasional di Italia, dan setelah itu semua aktivitas berjalan normal.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
