Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 16.59 WIB

Begini Makna Idul Fitri Menurut Imam Besar Italia

Imam Besar Italia (kiri) bertemu Paus Fransiskus - Image

Imam Besar Italia (kiri) bertemu Paus Fransiskus

JawaPos.com - Hari Raya Idul Fitri 1439 H menjadi penting bagi Imam Besar Italia Yahya Sergio Yahe Pallavicini sebab Idul Fitri menjadi tempat bagi manusia untuk menemukan sifat sejati umat manusia. Manusia dapat menemukan sifat spiritual yang sejati dan mendalam.


Menurut Sergio, Idul Fitri mengembalikan akar dan identitas keagamaan alami. Dia dan umat Muslim di Italia dapat merasakan emosi ini dan dengan tulus berterima kasih kepada Allah SWT.


"Jika kita melihat ke kutipan tentang Ramadan di surat Al Baqarah, kita menemukan bahwa puasa dimulai sebagai kesempatan manusia untuk bertakwa, mempertebal kesalehan, dan berakhir sebagai kesempatan manusia untuk bersyukur atau berterima kasih," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis, (13/6).


Selama bulan Ramadan, Imam Besar yang juga Presiden Komunitas Muslim atau Comunita Religiosa Islamica Italiana (COREIS) ini juga melakukan perjalanan untuk bertemu dengan umat Muslim di Italia dari Utara ke Selatan Italia. Ia juga merasa senang sebab setiap tahunnya hadir organisasi Muslim yang baru di negeri pizza tersebut.


"Mereka membuka Mushala kecil dan menyediakan buka puasa bagi ratusan Muslim dengan cara yang sederhana namun menyenangkan," katanya.


Dia dan komunitas Muslim juga membuat program khusus selama Ramadan. Program ini untuk para imigran, pengungsi, dan anak-anak yaitu membagikan 114 pizza dan makanan manis.


"114 pizza menggambarkan 114 bab yang ada di Alquran. Pizza makanan khas Italia, dan makanan manis menggambarkan ajaran dan teladan Nabi," ujar Sergio.


Tak jarang Muslim di Italia mendapat tantangan sebagai minoritas. Seperti ketidaktahuan mengenai Muslim yang sebenarnya yang menyebabkan interpretasi negatif mengenai Islam.


Namun, ia dan Muslim lainnya berusaha untuk menanggapinya dengan hati, dan membantu satu sama lain. Menurutnya, Allah selalu memberikan bantuan bagi mereka.


"Kita harus meghadapi situasi ini dengan pengetahuan dan budaya," katanya. "Kita harus kritis tetapi konstruktif. Sabar tetapi bijaksana. Kembangkan disiplin intelektual tanpa kebencian. Kerukunan spiritual tanpa pelanggaran atau kekerasan. Memberikan pengetahuan dan bukan provokasi," pungkasnya.


Pria kelahiran 1965 ini akan berlebaran dengan keluarganya di Milan. Ia juga akan merayakan lebaran di tengah kehangatan dengan keluarga, walaupun lebaran belum menjadi hari libur nasional di Italia, dan setelah itu semua aktivitas berjalan normal.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore