Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 16.08 WIB

PKS: ‎Gus Yahya Tak Punya Sensitivitas Perjuangan Rakyat Palestina

Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini menyesalkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang memenuhi undangan Universitas Tel Aviv, Israel. - Image

Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini menyesalkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang memenuhi undangan Universitas Tel Aviv, Israel.

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini menyesalkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang memenuhi undangan Universitas Tel Aviv, Israel. Dia menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Committee) Global Forum di Yerusalem, Israel, yang dihelat Minggu (10/6).


Menurut Jazuli, hal ini membuktikan Gus Yahya tidak sensitif terhadap perjuangan rakyat Palestina. Padahal pemerintah dan rakyat Indonesia mendukung total perjuangan mereka sebagai amanat UUD 1945.


"Saya sungguh menyesalkan penerimaan undangan itu atas dalih apapun. Apalagi dilakukan oleh pejabat sekelas Wantimpres. Sungguh sikap pribadi yang tidak sensitif atas totalitas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia atas perjuangan Palestina," tegas Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (13/6).


Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, dengan tegas pemerintah tidak membuka sedikitpun ruang diplomasi untuk Israel. Pasalnya, Israel dianggap sebagai negara yang terbukti menjajah dan melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina selama puluhan tahun. Israel juga mengabaikan puluhan resolusi PBB.


"Lalu, bagaimana mungkin seorang yang melekat padanya jabatan sebagai penasihat Presiden dengan itikad baik memenuhi undangan lembaga yang jelas didanai Israel untuk tujuan diplomasi negara penjajah ini?" tanyanya.


Jazuli ini semakin menyesalkan sikap Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Sebab, dia menerima undangan Israel di tengah kecaman dunia atas pembantaian yang menewaskan lebih dari 60 demonstran Palestina, dan melukai 900 lainnya.


Pembantaian itu dilakukan sehari jelang pembukaan Kedubes Amerika di Yerussalem beberapa waktu lalu. Sehingga atas tindakan brutal Israel itu puluhan negara mengecam keras. Bahkan, tokoh pemimpin dan selebritis dunia turut melakulan aksi boikot terhadap semua event dan produk Israel.


"Ini seorang tokoh dan pejabat publik negara yang selama ini terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan atas Palestina justru menyambut undangan Israel," tegasnya.
‎Sekadar informasi, Gus Yahya bertolak ke Israel atas undangan Universitas Tel Aviv untuk menjadi pembicara dengan tema 'Shifting the Geopolitical Calculus; From Conflict to Cooperation'.


Gus Yahya sempat berdialog dengan Forum Global Yahudi Amerika saat berkunjung ke Israel. Dalam forum dialog dengan Direktur Hubungan Antaragama Rabi David Rosen, Yahya mengatakan bahwa kunjungannya ke Israel kali ini tak lepas dari melanjutkan pekerjaan mantan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.


Dalam pertemuan itu, Gus Yahya menyampaikan sejumlah hal, mulai dari langkah menjaga hubungan Yahudi dan Islam, hingga tentang kasih sayang untuk menyelesaikan suatu konflik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore