Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 04.15 WIB

Kokoh di Tengah Tol, Masjid Baitul Mustagfirin Jadi Jujugan Pemudik

Masjid Baitul Mustagfirin, berdiri di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan. - Image

Masjid Baitul Mustagfirin, berdiri di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan.

JawaPos.com - Musim angkutan lebaran selalu menjadi momen dimana rest area atau posko peristirahatan nampak menjamur di banyak ruas jalan. Namun, tak sedikit pula pemudik pengendara kendaraan pribadi memilih untuk melepas lelah berkendara mereka sejenak di tempat ibadah. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah Masjid Baitul Mustagfirin.


Perlu diketahui, bangunan masjid dominan warna hijau ini berdiri di tengah jalan tol fungsional Batang-Semarang KM 444, Kelurahan Tambakaji RT 1 RW 9, Kecamatan Ngaliyan. Meski berada di tengah-tengah, tak lantas menyurutkan niat para pemudik untuk menjadikan Masjid Baitul Mustagfirin sebagai lokasi beribadah dan beristirahat.


Menarik perhatian para pemudik, lantaran Masjid ini menjadi bangunan semata wayang yang berdiri di lokasi tersebut. Di dalamnya, terpantau pemudik maupun warga sekitar memanfaatkan fasilitas yang ada untuk menunaikan ibadah salat wajib atau sekedar beristirahat. Meski dengan kondisi kendaraan mondar-mandir di luarnya.


"Ada beberapa pemudik yang mampir untuk salat maupun istirahat. Walau di sini bukan rest area," kata Ketua Nadzir Masjid Baitul Mustagfirin, Djazuli dijumpai di lokasi, Selasa (12/6).


Djazuli berujar bahwa pihak takmir memang tak melarang para pemudik yang ingin sekedar menyandarkan bahu di masjid tengah tol tersebut. Apalagi digunakan untuk beribadah, seperti pada salat Jumat (8/6) kemarin.


"Kemarin sempat ramai sekali. Jadi masjid ini tidak mengganggu, malahan Waskita (PT Waskita Karya, pelaksana proyek pembangunan jalan tol Semarang-Batang) menyedialan lahan parkir serta pos penjagaan untuk warga yang melintas di tol fungsional menuju masjid," sambungnya.


Namun, Djazuli mengungkap, selama musim angkutan mudik ini Masjid Baitul Mustagfirin paling nampak penuh dibanjiri pemudik saat waktu Salat Subuh. Keunikan lokasinya, membuat bangunan menjadi spot foto para pengunjung. "Biasanya kalau habis subuhan itu mereka naik ke lantai dua. Ambil foto-foto tol dari atas sana, favorit itu," imbuhnya.


Perlu diketahui, umur masjid yang awalnya dibangun dalam bentuk musala kecil sekitar tahun 1960an ini sebenarnya tidak akan lama lagi. Sebagaimana Djazuli membenarkan bahwa bangunan ini menjadi salah satu infrastruktur yang terkena imbas pembangunan tol fungsional Batang-Semarang.


Namun, sebagai gantinya akan didirikan tempat ibadah baru yang dibagun tak jauh dari lokasi. Saat ini, prosesnya sudah melebihi 80 persen. "Tinggal pasang keramik. Alhamdulillah lebih baik dan lokasinya dan fasilitasnya lebih luas. Tapi sebelum itu benar-benar rampung, kami warga pakai masjid lama ini dulu," tandasnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore