Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 17.31 WIB

Jadi Oleh-Oleh Hingga ke Negara Swiss

Tiga mahasiswa Universitas Jambi yang mengubah nanas menjadi oleh-oleh khas Jambi - Image

Tiga mahasiswa Universitas Jambi yang mengubah nanas menjadi oleh-oleh khas Jambi


Lewat tangan 3 mahasiswa UNJA ini, nanas goreng tampil lebih fresh karena kemasan yang eye catching sehingga menjadikan Lokak menjadi pilihan oleh oleh hingga ke Swiss.


Yani Tayib


KELEMAHAN produk makanan ringan UMKM di Jambi satu diantaranya pengemasan. Bentuk kemasan yang sederhana, kadang hanya dari plastik bening dan stiker membuat banyak konsumen kurang tertarik untuk membeli.


Lewat nanas goreng, tiga mahasiswa Universitas Jambi Zuhratul Aulia, Patria Prima Putra dan Prasetyo Hadihapsoro berusaha mengubah dan membuat kemasan-kemasan yang eye catching, membuat produk nanas goreng laku keras. Bahkan, dibawa sebagai oleh-oleh hingga ke negara Swiss.


Lokak adalah sebuah badan usaha yang diciptakan oleh sekelompok anak muda asli Jambi untuk memberdayakan para petani di antaranya kelompok petani nanas di Desa Tangkit.


Mereka bekerja sama dengan UMKM pengolah nanas goreng di daerah Tangkit. Tidak hanya merk dan packaging, Lokak juga membranding merk baru.


Aulia mengatakan, dalam sehari petani nanas bisa memanen hingga 100 ribu buah. Sedangkan buah yang bisa diekspor hanya hanya 70000 buah, sisanya banyak yang terbuang dan hanya sedikit yang dapat diolah.


"Setiap rumah tangga di Tangkit memiliki kebun nanas sehingga produknya sangat melimpah di sini. Petani selama ini pasrah,  kalo laku alhamdulillah,  kalo nggak laku ya sudah, kan sayang," tuturnya.


Hasil yang melimpah, belum banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut. Hanya segelintir saja yang membuat nanas goreng. Ia dan kedua temannya juga survei ke masyarakat, ternyata banyak masyarakat Jambi yang belum tahu tentang produk olahan seperti nanas goreng.


"Banyak muda yang belum tahu apa itu nanas goreng karena itu kita bertiga mengangkat nanas goreng. Kita ingin memperdayakan petani nanas dan jika banyak pesanan mereka juga bakal menyerap tenaga baru," katanya.


Ia menceritakan, sudah dari tahun 2016 saat bulan puasa mereka menyusun proposal mengenai usaha pengemasan ini. Dengan modal awal Rp 7 juta dan bantuan dari Universitas Jambi (UNJA) sebesar Rp8 - Rp 10 juta melalui Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), usaha mereka tewujud dan berjalan sampai sekarang.


"UNJA memiliki program mahasiswa wirausaha, kebanyakan itu menggunakan dana yang didapat sekedar untuk laporan saja, kita tidak ingin bantuan dana ini jadi sia-sia. Maka terwujud la merek Lokak, nanas goreng. Kita juga ingin lokak memiliki tidak hanya nanas goreng, produk lainnya juga," jelasnya.


Harga Lokak, nanas goreng di bandrol Rp 15 ribu per bungkusnya. Pertama kali mempromosikan Lokak nanas goreng, mereka lakukan melalui sosial media. Tidak disangka respon dari masyarakat di luar dan dalam provinsi sangat bagus.


Banyak yang bertanya dan penasaran mengenai produk yang mereka kemas. Dalam dua minggu pertama produk ini dipasarkan, telah berhasil terjual ribuan picis. Mereka mengatakan, omset pada bulan pertama mereka telah menyentuh angka puluhan juta.


"Iya , banyak yang kepo, pada tanya apa itu nanas goreng, kok bisa nanas digoreng, penasaran rasanya, pokoknya responnya positif," terangnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore