
Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro (tengah) saat ditemui usai menggelar jumpa pers di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang, Senin (11/6).
JawaPos.com - Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah mengajak seluruh barisan pendukung pasangan Pilgub Jateng 2018 nomor urut 2 itu untuk mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) pada hari coblosan 27 Juni 2018 besok. Hal ini menyusul temuan daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah.
"Kita menyerukan masyarakat, khususnya dari tim koalisi sampai tingkat bawah, relawan untuk mengawasi DPT di tiap TPS. Istilahnya kita kepung tiap TPS, bukan apa-apa, tapi ketika ada kecurangan bisa diantisipasi," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro saat ditemui di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang, Senin (11/6).
Sriyanto menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hak politik pihaknya, dan bukan semata rasa tidak percaya kepada penyelenggara pemilu. Sehingga dapat tercipta pemilu yang bermartabat dan berintegritas.
Soal DPT bermasalah tadi, Sriyanto berujar bahwa pihaknya kembali menemukan sejumlah potensi kecurangan usai menerjunkan timnya di 23 Kabupaten/Kota se-Jateng. Pengecekan ini adalah lanjutan dari upaya yang dilakukan pada Selasa (29/5) lalu di 7 Kabupaten/Kota.
Sriyanto memaparkan bahwa dari hasil sampling acak di lapangan, terdapat beragam potensi kecurangan. Mulai dari pemilih ganda, data invalid sampai persoalan DPT yang ternyata masih berusia di bawah 17 tahun. "Tim sudah turun, dan ternyata banyak temuan terkait dengan persoalan DPT yang bermasalah di Jateng," ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran timnya, ada sekitar 3.714.209 pemilih yang berpotensi bermasalah. Setidaknya, ada 22 variasi kegandaan pada kartu keluarga, nomor induk kependudukan, nama, dan alamat yang terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota di Jateng.
"Ada juga nama yang terlalu singkat, yaitu hanya terdiri dari tiga huruf seperti Ani, Adi, Ina. Di 11 kabupaten dan kota mencapai 2.448 orang," tambahnya. Bahkan, lanjut Sriyanto, temuan ini juga diperoleh seusai pihaknya melakukan pengecekan langsung melalui web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) SIDALIH.
Menyikapi persoalan tersebut, tim pemanangan Sudirman-Ida sudah melapor langsung ke Bawaslu Jateng, sebagaimana disebutkan anggota Tim Pemenangan lainnya, Sukirman, dilakukan pada Jumat (8/6) lalu. Pihaknya meminta Bawaslu turun tangan dan memanggil KPU Jateng secara konstitusi untuk menjelaskan masalah DPT yang bermasalah.
"Jika DPT tak valid harus segera dicoret, agar tak ada masalah dalam Pilgub. Ini persoalan serius yang mengancam demokrasi di Jateng," tegasnya.
Ia menegaskan, sudah seharusnya masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan Pilgub Jateng dan menjadi pengawas mandiri. Karena, menurutnya segala bentuk kecurangan bisa merusak proses demokrasi. Sehingga, manakala menemukan keganjilan bisa lapor langsung ke penyelenggara Pilgub Jateng. "Masyarakat harus pro aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai Pilgub dinodai dengan kecurangan," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
