Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 05.26 WIB

Temukan Potensi Kecurangan, Timses Sudirman Ajak Pendukung Kepung TPS

Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro (tengah) saat ditemui usai menggelar jumpa pers di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang, Senin (11/6). - Image

Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro (tengah) saat ditemui usai menggelar jumpa pers di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang, Senin (11/6).

JawaPos.com - Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah mengajak seluruh barisan pendukung pasangan Pilgub Jateng 2018 nomor urut 2 itu untuk mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) pada hari coblosan 27 Juni 2018 besok. Hal ini menyusul temuan daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah.


"Kita menyerukan masyarakat, khususnya dari tim koalisi sampai tingkat bawah, relawan untuk mengawasi DPT di tiap TPS. Istilahnya kita kepung tiap TPS, bukan apa-apa, tapi ketika ada kecurangan bisa diantisipasi," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro saat ditemui di Posko Perjuangan Merah Putih, Jalan Pamularsih Semarang, Senin (11/6).


Sriyanto menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hak politik pihaknya, dan bukan semata rasa tidak percaya kepada penyelenggara pemilu. Sehingga dapat tercipta pemilu yang bermartabat dan berintegritas.


Soal DPT bermasalah tadi, Sriyanto berujar bahwa pihaknya kembali menemukan sejumlah potensi kecurangan usai menerjunkan timnya di 23 Kabupaten/Kota se-Jateng. Pengecekan ini adalah lanjutan dari upaya yang dilakukan pada Selasa (29/5) lalu di 7 Kabupaten/Kota.


Sriyanto memaparkan bahwa dari hasil sampling acak di lapangan, terdapat beragam potensi kecurangan. Mulai dari pemilih ganda, data invalid sampai persoalan DPT yang ternyata masih berusia di bawah 17 tahun. "Tim sudah turun, dan ternyata banyak temuan terkait dengan persoalan DPT yang bermasalah di Jateng," ujarnya.


Berdasarkan hasil penelusuran timnya, ada sekitar 3.714.209 pemilih yang berpotensi bermasalah. Setidaknya, ada 22 variasi kegandaan pada kartu keluarga, nomor induk kependudukan, nama, dan alamat yang terjadi merata di seluruh kabupaten dan kota di Jateng. 


"Ada juga nama yang terlalu singkat, yaitu hanya terdiri dari tiga huruf seperti Ani, Adi, Ina. Di 11 kabupaten dan kota mencapai 2.448 orang," tambahnya. Bahkan, lanjut Sriyanto, temuan ini juga diperoleh seusai pihaknya melakukan pengecekan langsung melalui web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) SIDALIH.


Menyikapi persoalan tersebut, tim pemanangan Sudirman-Ida sudah melapor langsung ke Bawaslu Jateng, sebagaimana disebutkan anggota Tim Pemenangan lainnya, Sukirman, dilakukan pada Jumat (8/6) lalu. Pihaknya meminta Bawaslu turun tangan dan memanggil KPU Jateng secara konstitusi untuk menjelaskan masalah DPT yang bermasalah. 


"Jika DPT tak valid harus segera dicoret, agar tak ada masalah dalam Pilgub. Ini persoalan serius yang mengancam demokrasi di Jateng," tegasnya.


Ia menegaskan, sudah seharusnya masyarakat ikut terlibat dalam pengawasan Pilgub Jateng dan menjadi pengawas mandiri. Karena, menurutnya segala bentuk kecurangan bisa merusak proses demokrasi. Sehingga, manakala menemukan keganjilan bisa lapor langsung ke penyelenggara Pilgub Jateng. "Masyarakat harus pro aktif melakukan pengawasan. Jangan sampai Pilgub dinodai dengan kecurangan," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore