
ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengerahkan puluhan personilnya untuk merampungkan paket pangan
JawaPos.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama masyarakat Indonesia mengantarkan berkah Ramadan ke pelosok negeri di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui program Beri Penjaga Negeri Ramadan Terbaik, ribuan paket pangan diantarkan di penghujung Ramadan.
Dengan makanan yang diberikan ini diharapkan dapat mengisi perut-perut saudara sebangsa. Sehingga bisa menikmati indahnya hari raya bersama keluarga.
Di Kota Pontianak persiapan pendistribusian Paket Pangan Ramadan dilakukan untuk provinsi Kalimantan Barat. Sekitar 30 ton bahan pangan rampung dikemas menjadi 2.000 paket. Tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan negeri Malaysia, yaitu Sambas, Sanggau, dan Bengkayang menjadi tujuan pembagian.
Pengemasan dimulai sejak Kamis (7/6) malam hingga Jumat (8/6). ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) mengerahkan puluhan personilnya untuk merampungkan paket pangan tersebut.
Koordinator MRI Kalimantan Barat Dody Rahadiansah mengatakan, paket tersebut berisi sembako dan secara bertahap dikirimkan mulai Jumat (8/6) menuju Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang. Lalu seluruhnya ditargetkan akan rampung pada Senin (11/6).
Menurutnya, satu kotak berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, dan minyak 1 liter. Barang baru masuk Kamis (7/6) malam, dan dikirimkan ke perbatasan pada Jumat (8/6). "Sebagian mendapat pula kain sarung atau satu kaleng kue, buat hadiah lebaran mereka. Banyak sekali, ada 2.000 paket," ujarnya.
Menurut dia, menyiapkan ribuan paket dalam waktu singkat memang bukan urusan mudah. Sebuah tempat berukuran besar harus dipersiapkan. Karton-karton harus secepat mungkin dibentuk menjadi dus, sebagai wadah paket pangan. Puluhan relawan dipersiapkan dari berbagai wilayah di Pontianak, Kalimantan Barat.
"Awalnya kami hanya menyiapkan belasan relawan saja. Dirasa tidak cukup, kami berpikiran tambah saja relawannya. Saya kan dosen, ajak-ajak mahasiswa, ternyata mereka sangat berminat. Sehabis tarawih, lebih dari 50 mahasiswa bantu-bantu di aula ini. Senang mereka bantu-bantu paketin sembako ini," ungkap Dody.
Di tengah perbincangan mengenai kontribusi relawan, Dody teralihkan oleh tumpukan karung-karung beras yang memenuhi sisi depan Aula. Ia menjelaskan, beras-beras itu dibeli langsung dari petani Kalimantan Barat.
"Saat saya diminta mengurus penyediaan paket pangan ini, saya langsung berpikiran, selain menyejahterakan warga di perbatasan, paket ini juga harus bisa menyejahterakan penduduk yang membutuhkan di sekitar Pontianak," katanya.
Lalu tercetus lah ide membeli beras ke petani. Dia langsung ke sawah di Pal Sembilan untuk bertemu petani di sana. Butuh waktu agak lama memang untuk menyiapkan 10 ton, itu pun harus dua tempat. "Maklum lah, penggilingan gabah di sini masih belum modern," tutur Dody.
Sejak Kamis (7/6) sore, karung-karung beras telah bertumpuk memenuhi sisi depan gudang. Belum lagi tumpukan minyak goreng, gula, serta kardus-kardus kue. Sehingga, hampir tak ada ruang yang tersisa dari aula seluas 300 meter persegi ini. Pun jika ada ruang, itu sudah penuh oleh deretan kardus kosong yang segera diisi bahan pangan tersebut.
Sementara itu, program Beri Masyarakat Penjaga Negeri Ramadhan Terbaik merupakan implementasi dari dana zakat masyarakat Indonesia melalui Global Zakat ACT. Bahan pangan yang menjadi amanah zakat ini pun dibantu penyediaannya oleh pedagang Muslim lokal di Pontianak.
Mochamad Faizin mengaku senang bisa membantu menyediakan logistik pangan dalam waktu singkat untuk diberikan kepada masyarakat perbatasan. Ia bahkan memberikan harga terbaik untuk penyediaan logistik pangan tersebut. Hal ini semata-mata untuk kegiatan kemanusiaan.
"Saya mengucapkan terima kasih, ACT telah mempercayakan pengadaan logistik sembako ke toko kami. Mungkin dengan cara ini saya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Sehingga, saya berani memberikan harga terbaik. Semoga kerja sama ini semakin menguatkan silaturahmi kita dan dapat kita lanjutkan di momen kegiatan berikutnya," ungkap Mochamad Faizin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
