Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Juni 2018 | 04.11 WIB

Persiapan Pemerintah Untuk Arus Mudik Lebaran Cukup Baik

Arus mudik lebaran. - Image

Arus mudik lebaran.

JawaPos.com - Menjelang lebaran 2018 ini, pemerintah telah membangun sejumlah infrastruktur jalan bagi para pemudik agar menikmati saat pulang ke kampung halaman. Meski demikian, pengguna jalan diharapkan tetap waspada dan siaga.


Pengamat transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung mengapresiasi pengoperasian beberapa ruas tol baru tersebut karena membantu mengurai kemacetan mudik.


"Itu kan membantu mengurai kepadatan dan dilihat sih sudah layak jalan kecuali yang masih fungsional. Itu harus diantisipasi dengan hati-hati kalau saya lihat sih sudah cukup baik," katanya.


Ditanya soal antisipasi pemerintah dalam arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Ellen menilai apa yang dilakukan pemerintah sudah maksimal dan terkoordinasi.


"Kalau saya lihat sampai sekarang persiapannya masih baik, karena sudah berkoordinasi dengan baik semua pemangku kepentingan baik swasta dan pemerintah itu sudah berkoordinasi dengan baik. Tinggal yang penting pemudiknya yang harus mempersiapkan dirinya," tuturnya.


Namun karena masih baru, Ellen mengingatkab agar pengguna jalan ekstra hati-hati. Untuk operator juga diingatkan agar memasang rambu-rambu dan peringatan agar membatu para pengguna jalan.


"Para pengguna yang harus ekstra hati-hati karena mereka belum kenal kan?" ucapnya.


Berdasarkan analisa konstruksi mengenai faktor keamanan jalan tersebut, tingkat kemiringan jalur ini adalah berkisar 10 persen sehingga cukup aman untuk dilintasi. Kemiringan 10 persen artinya adalah jalan makin tinggi 10 meter untuk setiap jarak 100 meter.


Selain itu pada sepanjang jalan sementara tersebut telah dilengkapi pula dengan rambu-rambu, pagar dan petugas yang mengarahkan kendaraan untuk tertib melintas satu-per-satu melalui pengeras suara.


Dari hasil pemantauan petugas selama dua hari "open traffic" pada jalan sementara ini, volume kendaraan cukup besar dari arah Salatiga. Pada hari Sabtu, 9 Juni 2018 dari pukul 06.00 sampai 16.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintasi Kali Kenteng tercatat sebanyak 5.604 kendaraan dengan kondisi lintasan terpadat pada pukul 15.00 WIB sebanyak 1.105 kendaraan.


Adapun hari ini, Minggu, 10 Juni 2018 atau H-5 jelang Lebaran, pantauan di lapangan dari pukul 06.00 sampai 10.00 WIB, tercatat sebanyak 2.068 kendaraan yang melintasi jalan sementara di Kali Kenteng.


Rute alternatif untuk menghindari antrian di Kali Kenteng adalah dengan keluar ruas tol pada pintu Tingkir, kemudian melalui jalan nasional Salatiga-Boyolali hingga Solo


Sementara itu Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menikmati infrastruktur jalan dan jalan tol yang dibangun pemerintah.


"Silahkan seluruh masyarakat menikmatinya. Kesiagaan dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam perjalanan sehingga para pemudik dapat bertemu dengan keluarga di tempat tujuan masing-masing," kata Moeldoko.


Berdasarkan pengamatan tim pemantau arus mudik bentukan Kantor Staf Presiden terdapat tiga titik kritis yang perlu mendapatkan perhatian para pengguna jalan. Pertama adalah titik perpindahan jalur tol operasional ke fungsional, lalu persimpangan jalur fungsional dan jalan nasional di titik Kali Kutho, dan jalan darurat di Kali Kenteng. Semua titik kritis itu berada di wilayah Jawa Tengah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore