
Salah satu wisatawan saat menikmati sunrise dengan menaiki paramotor, Minggu (10/6).
JawaPos.com - Bagi anda para pemburu sunrise atau matahari terbit, sepertinya harus wisata baru Gunung Katu. Anda harus menjajal indahnya pesona pancaran sinar matahari di Dusun Sumberpang Kidul, Desa Sumber Suko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang itu.
Berbeda dari biasanya, keindahan sunrise itu pun bisa dinikmati sembari menaiki paramotor. Ya, Gunung Katu memang menawarkan pesona alam yang luar biasa. Selain pemandangan alamnya yang masih asri, pengunjung juga disuguhi dengan view gunung yang mengitari, soeerti gunung Kawi dan gunung Arjuno.
Tracking ke puncak gunung Katu juga tidak terlalu tinggi. Hanya membutuhkan waktu 30 menit, sudah berada di puncak. Di sepanjang perjalanan menuju puncak, juga akan ditemani oleh pohon karet yang sangat rapi. Tidak hanya itu, letak gunung itu pun juga cocok untuk menikmati sunrise maupun sunset.
Potensi alam yang dimiliki Gunung Katu pun dimanfaatkan oleh Perhutani Kabupaten Malang untuk menarik wisatawan. Yakni dengan membentuk Kampung Wisata Sumberpang Kidul. Termasuk di dalamnya Gunung Katu itu sendiri.
Ada beragam wisata yang ditawarkan, salah satunya yakni paramotor untuk menikmati sunrise dan sunset. Wisatawan bisa menaiki paramotor dan berkeliling diatas hamparan hutan sembari menikmati sunrise atau sunset dari dekat.
Pengelola wisata Gunung Katu, Bayu Krisna mengatakan, wisata Gunung Katu menawarkan paralayang dan paramotor. Menurutnya, paramotor di gunung Katu ada keistimewaan dibanding ditempat lain. "Karakter yang paling menonjol, cuaca bagus. Untuk penerbangan bisa cross country lebih jauh," ujarnya saat ditemui, Minggu (10/6).
Meskipun masih belum resmi dibuka, pihaknya telah mengantongi izin untuk membuka wisata tersebut. Bahkan, pihaknya juga telah menentukan batas ketinggian paramotor maupun paralayang. "Ketinggian dibatasi dibatasi 2500 meter," kata dia.
Dia mengungkapkan, meskipun masih soft opening, peminatnya sudah luar biasa banyak. Pihaknya pun harus selektif dalam memilih pengunjung. "Ya harus booking dulu kalau mau naik," ujarnya.
Rencananya, pihaknya akan membuka secara komersil wisata tersebut pada Tahun Baru nanti. "Sebenarnya lebaran nanti sudah bisa, tapi tidak bisa maksimal," terangnya. Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin menikmati serunya paramotor sambil menikmati sunrise, cukup merogoh kocek sebesar Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk tiket masuk wisata, hanya dibanderol Rp 5 ribu saja.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
