
Jubir KPK Febri Diansyah
JawaPos.com - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum membuahkan hasil maksimal. Padahal sudah ada beberapa tersangka yang menyerahkan diri dan ditahan. Sementara masih ada tersangka yang bebas berkeliaran, yakni Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo.
Sungguhpun demikian pihak KPK masih besabar menunggu kedatangan Syahri Mulyo yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penerimaan suap proyek di wilayahnya itu.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengimbau agar Syahri Mulyo beritikad baik dengan menyerahkan diri ke KPK. Langkah itu demi kelancaran proses hukum.
"Yang pasti sekarang dari dua orang tersangka Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung. Baru satu orang yang datang ke KPK untuk menyerahkan diri. Satu lagi, Bupati Tulungagung belum datang. Kami juga belum dapat informasi terkait rencana penyerahan diri tersebut," kata Febri Diansyah di Gegung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).
KPK, kata Febri, sangat menghargai sikap Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar yang sudah menyerahkan diri, walaupun sempat menghilang dari OTT tim Satgas KPK. "Sepatutnya penyerahan diri ini akan lebih baik jika dilakukan juga oleh Bupati Tulungagung," tegas mantan peneliti ICW itu.
Dalam kesempatan itu, Febri belum bisa menerangkan secara detail lokasi penahanan untuk Muhammad Samanhudi Anwar. "Proses masih berjalan. Nanti begitu penahanan sudah dilakukan, tentu akan diinformasikan penahanan dilakukan di mana dan dalam waktu berapa hari. Tapi yang pasti pemeriksaan sebagai tersangka sedang dilakukan dan proses administrasi lain juga akan dilakukan dalam waktu tidak terlalu lama," pungkasnya.
Sebelumnya, Muhammad Samanhudi Anwar telah mendatangi Gedung KPK pada Jumat (8/6) malam, sekitar pukul 18.35. Dia datang bersama dua orang. Salah satunya tim kuasa hukum.
Sebelumnya, Syahri Mulyo dan Samanhudi Anwar telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari kontraktor Susilo Prabowo dengan kasus yang berbeda.
KPK menduga Syahri menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri mencapai Rp 2,5 miliar. Suap itu melibatkan Kadis PUPR Pemkab Tulungagung Sutrisno dan Agung Prayitno dari swasta sebagai penyuap.
Sedangkan Samanhudi diduga menerima Rp 1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Fee tersebut diduga bagian dari 8 persen yang menjadi jatah Samanhudi dari total fee 10 persen yang disepakati. Suap itu melibatkan Bambang Purnomo dari swasta sebagai pemberi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
