Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 23.10 WIB

Lionel Messi dan Tim Batal Bertanding di Yerusalem, Israel Berang!

Israel menuduh Palestina melakukan teror sepakbola dan melakukan ancaman. Hal itu menyebabkan Lionel Messi dan kawan-kawan meninggalkan pertandingan persahabatan terakhir Argentina menjelang Piala Dunia - Image

Israel menuduh Palestina melakukan teror sepakbola dan melakukan ancaman. Hal itu menyebabkan Lionel Messi dan kawan-kawan meninggalkan pertandingan persahabatan terakhir Argentina menjelang Piala Dunia

JawaPos.com - Asosiasi sepak bola Israel menuduh Palestina atas pembatalan pertandingan pemanasan Piala Dunia 2018. Pertandingan itu awal mulanya akan dilakukan antara Israel dan Argentina di Kota Yerusalem.


Israel menuduh Palestina melakukan teror sepakbola dan melakukan ancaman. Hal itu menyebabkan Lionel Messi dan kawan-kawan meninggalkan pertandingan persahabatan terakhir Argentina menjelang Piala Dunia.


Namun, warga Palestina menolak tuduhan itu. Mereka mengatakan, Argentina mundur dari pertandingan karena mereka menyadari Israel menggunakan kehadiran mereka untuk kepentingan politik.


Pertandingan itu dibatalkan pada Selasa, (5/6), setelah kampanye Palestina menyusul relokasi Yerusalem. "Kami menghadapi teror sepakbola dari Asosiasi Sepakbola Palestina dan presidennya, Jibril Rajoub," kata Rotem Kamer dari Asosiasi Sepakbola Israel dilansir AFP, Kamis, (7/6).


Dia menuduh Palestina mengancam pemain dan keluarga mereka tanpa memberikan bukti nyata. "Kami melihatnya sangat keterlaluan dan kami tidak bisa menerimanya," kata Kamer. Dia juga mengirim keluhan ke badan sepakbola dunia FIFA.


Pertandingan yang tiketnya terjual habis di Yerusalem itu ditentang keras oleh warga Palestina. Sebab mereka mengklaim bagian timur Kota Yerusalem merupakan wilayah Palestina. Namun malah dianeksasi oleh Israel.


Pertandingan, awalnya dijadwalkan akan berlangsung di Kota Haifa di Israel utara tetapi dipindahkan setelah tekanan dari Menteri Olahraga Israel Miri Regev yang berhalauan garis keras.


Sebelumnya warga Palestina juga dibuat marah oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump secara sepihak memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei, yang memicu protes di Gaza di mana puluhan orang Palestina tewas.







Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore