Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 14.30 WIB

Tiba di Aceh, Pewaris Kesultanan Aceh Langsung Dikebumikan

Jenazah pewaris Kesultananan Aceh, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam langsung dikebumikan di Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis), kompleks makam Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu (6/6) malam. - Image

Jenazah pewaris Kesultananan Aceh, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam langsung dikebumikan di Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis), kompleks makam Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Provinsi Aceh, Rabu (6/6) malam.

JawaPos.com - Tiba di Banda Aceh, jenazah pewaris Kesultananan Aceh, Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam langsung dikebumikan setibanya, Rabu (6/6) malam.


Sulthanah Putroe dimakamkan di Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis), Kompleks Makam Sultan Iskandar Muda. Tepatnya, berada di samping Museum Aceh dan Meuligoe Gubernur Aceh.


Jenazah Sulthanah Putroe tiba sekira pukul 22.30 WIB di lokasi pemakaman. Kedatangan jenazah diiringi salawat dari ratusan pelayat yang datang mengantar dan mengikuti proses pemakaman. Proses pamakaman berlangsung sekiran sejam atau tepat pukul 23.00 WIB.


Pemakaman Yang Mulia (YM) Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah, Sultan Aceh Darussalam yang terakhir ini juga dihadiri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan sejumlah pejabat lainnya.


Usai dikebumikan, keluarga Sulthanah Putroe dan ratusan pelayat yang datang tak langsung pulang. Mereka melantunkan doa dan salawat di sisi kubur almarhumah.


Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah wafat pada Rabu (6/6), sekira pukul 06.45 Wita di RS Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Atau tepat pada 21 Ramadan 1439 Hijriah tahun ini.


Sulthanah Putroe berpulang pada usia 84 tahun. Sebelum dipulangkan ke Aceh, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Kesra Raya No.124, Perumnas Tanjung Karang, Mataram, NTB.


"Hari ini telah kita mengantar seorang senior kita cucu dari Raja Aceh terkahir Sultan Daud Syah. Cucu perempuan yang meninggal di Mataram ribuan kilometer dari Aceh, akhirnya sampai juga ke tanah kelahirannya," kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.


Dalam kesempatan itu, Irwandi mengajak semua pihak untuk mendoakan Sulthanah Putroe agar ditirima di sisi yang maha kuasa. Selaku Gubernur Aceh, ia menyatakan resmi melepas jenazah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah.


"Mari kita berboda, agar beliau senantiasa mendapat ridho Allah. Saya yakin ia telah berbuat bayak selama hidupnya," ujarnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore