
Photo
JawaPos.com - Pedangdut Via Vallen disarankan membawa kasus pelecehan verbal yang dialaminya kepada polisi. Sebab, bukti yang dimiliki kuat, berupa direct message (DM) melalui Instagram.
"Saran saya, Via harus berani ungkap agar bisa diproses ke ranah hukum. Pelecehan terhadap perempuan itu ada konsekuensi hukumnya," ujar Koordinator Perubahan Hukum LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) Veni Siregar kepada Jawa Pos kemarin (5/6).
DM itu ditulis dalam bahasa Inggris. Berbunyi, "I want u sign (sing, mungkin salah tulis jadi sign, Red) for me in my bedroom, wearing sexy clothes (aku ingin kamu menyanyi di kamarku, mengenakan baju seksi)." Lantas ditangkap layar (screenshot) oleh Via kemarin dan diunggah ke fitur Insta Story.
Via menyertai unggahan itu dengan sejumlah kalimat bernada kesal. Dia mengaku tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan si pengirim DM tak senonoh tersebut. "Sebagai penyanyi, saya merasa dipermalukan oleh seorang pemain sepak bola ternama di negara saya saat ini," tulis Via.
Lantas, di unggahan berikutnya, pelantun Sayang itu menampilkan hasil layar tangkap percakapannya dengan si pengirim DM. Si pengirim terkesan kaget dan kecewa karena Via mengunggah hasil capturenya. Juga sempat memohon untuk menghubungi penyanyi yang lagunya, Sayang, sudah mencatat hampir 154 juta view di YouTube itu.
"Saya harap kamu menjadi orang yang lebih baik," tulis Via sembari mengungkapkan bahwa dirinya sudah memblokir akun tersebut.
Lalu, siapa pesepak bola yang dimaksud? Ketika dikonfirmasi Jawa Pos via WhatsApp, Via enggan berkomentar soal insiden itu. "Mohon maaf, saya nggak mau bahas itu," tulisnya.
Banyak yang menduga pesepak bola tersebut adalah penyerang Persija Jakarta Marko Simic. Upaya Jawa Pos untuk meminta keterangan pemain asal Kroasia itu lewat pesan WhatsApp dan kontak langsung ke telepon selulernya tak membuahkan hasil.
Yang pasti, fitur komentar di akun Instagram Simic kemarin dinonaktifkan. Tadi malam latihan Persija menjelang laga melawan PS Tira pada Jumat (8/6) yang biasanya terbuka juga mendadak tertutup.
Padahal, paginya, saat dimintai konfirmasi, Media Officer Persija Eko Yudiono memastikan bahwa latihan di Lapangan PS TNI-AU, Jakarta, itu terbuka. Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco biasanya memang baru mengagendakan latihan tertutup H-2 laga.
Manajer Persija Ardhi Tjahjoko mengatakan, pengirim pesan tidak senonoh terhadap Via belum tentu Simic. "Siapa tahu itu hoax. Tapi, kalaupun benar, ya itu biarkan menjadi urusan pribadi mereka," tutur mantan manajer Persija versi Indonesian Premier League (IPL) tersebut.
Direktur Utama PT Persija Jaya Jakarta I Gede Widiade mengaku belum mendengar penjelasan langsung dari Simic. Menurut dia, persoalan itu urusan pribadi.
Jadi, sulit bagi manajemen menyentuh permasalahan tersebut terlalu dalam. Kendati demikian, apabila urusan pribadi merugikan klub, ada hukuman. "Dalam peraturan perusahaan dan perjanjian kontrak, ada tata tertib. Itu (punishment, Red) akan diberlakukan sesuai perjanjian kontrak," kata Gede.
Padahal, Jawa Pos yang mengonfirmasi di pagi harinya kepada Media Officer Eko Yudiono sempat bilang bahwa Persija tetap berlatih secara terbuka di Lapangan PS TNI-AU, Jakarta.
Sementara itu, dukungan terhadap langkah Via yang berani speak up (mengungkapkan yang dialami) juga datang dari Sandra Olga. "Not only you, send my flower to you," tulisnya di kolom komentar postingan Via di Instagram.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
