Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Juni 2018 | 00.46 WIB

Dapat Telepon Tak Dikenal, Uang Driver Go-Jek Buat Lebaran Raib

Driver Go-Jek Perempuan, Dinar, 27, jadi korban penipuan modus kupon berhadiah melalui telefon, Selasa (5/6). - Image

Driver Go-Jek Perempuan, Dinar, 27, jadi korban penipuan modus kupon berhadiah melalui telefon, Selasa (5/6).

JawaPos.com - Modus penipuan iming-iming hadiah dengan cara menelpon korban kembali terjadi. Kali ini, seorang driver Go-Jek perempuan, Dinar Tiara Dewi, 27, menjadi korbannya. Uang sebesar Rp 2 juta lebih miliknya terpaksa raib, usai mengangkat panggilan telepon tak dikenal.


Kejadian bermula ketika warga Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon itu usai mengantar pelanggan ke daerah Majasem, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Tiba-tiba dia mendapat panggilan dari nomor telepon yang tak dikenalnya.


Dinar mengaku, panggilan telepon itu mengumumkan jika dia terpilih mendapatkan kupon berhadiah. Tertarik, dengan kabar gembira di siang bolong. Akhirnya Dinar mengikuti saran dari penelpon untuk mengirimkan sejumlah uang.


"Kejadiannya pas saya antar pelanggan di daerah Majasem. Katanya sih dari CIMB Niaga, saya dapat hadiah Rp 2 juta dapet bonus dari Go-Jek. Lalu, untuk mengambil uangnya, saya disuruh ke ATM terdekat," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (5/6).


Dinar mengaku merasa terhipnotis saat menerima panggilan tak dikenal. Menurutnya, penelfon itu mengabarkan jika ia dapat kupon hadiah senilai Rp 2 juta lebih. Akan tetapi, kupon hadiah itu harus dikonfirmasi melalui nomor khusus yang harus ditebus melalui transfer uang sebesar Rp 231 ribu.


Setelah mendapat nomor kode itu, Dinar terus mengikuti saran dari penelfon gelap. Hingga akhirnya, penelfon itu meminta memasukkan nomor rekening ponselnya.


Setelah dicek melalui rekening ponselnya, ternyata uang Rp 2 juta lebih yang dari hasil ojek online selama lima bulan pindah ke nomor rekening orang tak dikenalnya. Padahal, kata dia, uang itu dikumpulkan untuk berlebaran bersama keluarganya.


"Saya nggak sadar. Saya baru tahu ditipu, itu dari teman saya. Telefonnya masih aktif, dia minta transfer lagi. Tapi temen saya itu ngasih tau kalau saya sedang ditipu," katanya.


Ia mengaku tidak pernah mengikuti program undian berhadiah apa pun. Akan tetapi, dirinya mengaku tidak sadar saat menerima panggilan telefon tak dikenal itu. Atas kejadian itu, Dinar langsung melaporkan kepada pihak kepolisian setempat.


"Sewaktu saya cek rekening ponsel saya, tiba-tiba habis saja uang saya. Saya mau transfer lagi, tapi rekening saya sudah habis dan keburu disadarinya sama temen saya," ujarnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore