
Driver Go-Jek Perempuan, Dinar, 27, jadi korban penipuan modus kupon berhadiah melalui telefon, Selasa (5/6).
JawaPos.com - Modus penipuan iming-iming hadiah dengan cara menelpon korban kembali terjadi. Kali ini, seorang driver Go-Jek perempuan, Dinar Tiara Dewi, 27, menjadi korbannya. Uang sebesar Rp 2 juta lebih miliknya terpaksa raib, usai mengangkat panggilan telepon tak dikenal.
Kejadian bermula ketika warga Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon itu usai mengantar pelanggan ke daerah Majasem, Jalan Perjuangan, Kota Cirebon. Tiba-tiba dia mendapat panggilan dari nomor telepon yang tak dikenalnya.
Dinar mengaku, panggilan telepon itu mengumumkan jika dia terpilih mendapatkan kupon berhadiah. Tertarik, dengan kabar gembira di siang bolong. Akhirnya Dinar mengikuti saran dari penelpon untuk mengirimkan sejumlah uang.
"Kejadiannya pas saya antar pelanggan di daerah Majasem. Katanya sih dari CIMB Niaga, saya dapat hadiah Rp 2 juta dapet bonus dari Go-Jek. Lalu, untuk mengambil uangnya, saya disuruh ke ATM terdekat," ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Selasa (5/6).
Dinar mengaku merasa terhipnotis saat menerima panggilan tak dikenal. Menurutnya, penelfon itu mengabarkan jika ia dapat kupon hadiah senilai Rp 2 juta lebih. Akan tetapi, kupon hadiah itu harus dikonfirmasi melalui nomor khusus yang harus ditebus melalui transfer uang sebesar Rp 231 ribu.
Setelah mendapat nomor kode itu, Dinar terus mengikuti saran dari penelfon gelap. Hingga akhirnya, penelfon itu meminta memasukkan nomor rekening ponselnya.
Setelah dicek melalui rekening ponselnya, ternyata uang Rp 2 juta lebih yang dari hasil ojek online selama lima bulan pindah ke nomor rekening orang tak dikenalnya. Padahal, kata dia, uang itu dikumpulkan untuk berlebaran bersama keluarganya.
"Saya nggak sadar. Saya baru tahu ditipu, itu dari teman saya. Telefonnya masih aktif, dia minta transfer lagi. Tapi temen saya itu ngasih tau kalau saya sedang ditipu," katanya.
Ia mengaku tidak pernah mengikuti program undian berhadiah apa pun. Akan tetapi, dirinya mengaku tidak sadar saat menerima panggilan telefon tak dikenal itu. Atas kejadian itu, Dinar langsung melaporkan kepada pihak kepolisian setempat.
"Sewaktu saya cek rekening ponsel saya, tiba-tiba habis saja uang saya. Saya mau transfer lagi, tapi rekening saya sudah habis dan keburu disadarinya sama temen saya," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
