
Para Komisioner Komnas HAM memberikan keterangan seputar perintah presiden atas penyelesaian pelanggaran HAM berat di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (4/6
JawaPos.com - Komnas HAM kembali berpolemik dengan Jaksa Agung HM Prasetyo. Itu terkait dengan pernyataan Prasetyo yang menuding penyelidikan Komnas HAM hanya bersifat opini, bukan bukti. Dengan demikian, hasil penyelidikan tidak bisa digunakan untuk menindaklanjuti proses hukum pelanggaran HAM masa lalu.
Soal pernyataan tersebut, Komnas HAM menyebut Prasetyo semestinya bersikap sesuai koridor hukum. Misalnya, mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) bila memang tidak ada alat bukti dalam pelanggaran HAM berat yang diselidiki Komnas HAM.
Jaksa agung seharusnya mengambil langkah maju seperti membentuk tim penyidik ketimbang berkoar bahwa penyelidikan Komnas HAM hanya opini.
"Berkas itu sudah bolak-balik 15 tahun, masak hari ini bolak-balik lagi?" jelas Koordinator Subkomisi Penegakan Hukum Komnas HAM Amiruddin Al Rahab.
Sembilan perkara pelanggaran HAM berat itu sudah berada pada tahap kesimpulan yang didasari dengan bukti-bukti yang valid, bukan asumsi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
