
Gubernur BEM Fisip UNRI, Muhammad Arif tanda tangan deklarasi anti faham radikalisme di gedung rektorat UNRI, pada Senin (4/6).
JawaPos.com - Pasca ditangkapnya tiga alumni yang diduga sebagai teroris oleh Densus 88 dan Polda Riau di kawasan kampus, civitas akademika Universitas Riau (UNRI) menggelar deklarasi yang menyatakan bahwa, mereka bukan teroris. di depan gedung rektorat pada Senin (4/6) pagi.
Pada deklarasi tersebut, mereka membacakan sebuah puisi berjudul 'Kami Bukan Teroris!' yang ditulis oleh Faldhany Hidayat dan dibacakan oleh Menteri Sosial Politik, M. Hafiz Ona Hadi Putra. Pembacaan puisi itu pun menjadi pembuka dari deklarasi yang dihadiri oleh Rektor UNRI, Aras Mulyadi, Kapolda Riau, Irjen Nandang, dosen serta mahasiswa disana.
Usai pembacaan puisi, Rektor UNRI, Aras Mulyadi menyampaikan ia mengutuk keras tindakan terorisme tersebut. "Kita melaksanakan suatu deklarasi, terutama dalam mengutuk tindakan terorisme yang hampir saja terjadi peledakan di dalam kampus. Menolak faham radikalisme, intoleransi dan penggunaan obat-obatan terlarang," jelasnya.
Aras juga mengatakan, deklarasi ini dilangsungkan sebagai bentuk komitmen untuk menolak faham radikalisme, dan segala hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Adapun isi puisi tersebut sebagai berikut:
Begitu miris.
Ketika kampus dikatakan sebagai sarang teroris.
Bagaimana mungkin kami setiap hari belajar dengan idealis.
Dianggap sebagai radikalis.
Ini fitnah, ini fitnah!
Mana mungkin kami melampiaskan amarah.
Dengan cara menumpukkan darah.
Ini fitnah!
Kampus ini bukan penjahat.
Yang menciptakan pejabat menjadi jahat.
Kampus ini adalah kampus terhormat.
Yang menciptakan generasi-generasi hebat.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa rohis.
Karena mengaji Al-Qur'an dan hadis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa aktivis.
Karena selalu berjuang di jalanan mengkritik pemerintah dengan kritis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa akademis.
Karena ia dianggap belajar dengan buku-buku yang dianggap penulis yang anti pancasilais.
Silahkan, silahkan kau koyak-koyak raga ini.
Kau kulit-kuliti tubuh ini.
Kau ambil jantung ini.
Sebagai bukti, kami mahasiswa UNRI.
Bukan penjahat negeri!
Demi Allah dan Demi Rasulullah.
Kami bukan teroris!

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
