
ILUSTRASI Kebijakan Pemerintah Pusat yang akan mengubah status Batam yang semula adalah kawasan Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mendapat tanggapan beragam dari banyak pihak.
JawaPos.com – Kebijakan Pemerintah Pusat yang akan mengubah status Batam yang semula adalah kawasan Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mendapat tanggapan beragam dari banyak pihak.
Sejumlah pengusaha menilai kawasan FTZ di Batam sudah tepat dan tidak perlu diubah lagi. Namun ada juga yang mendukung upaya perubahan dari Pemerintah akan status Batam menjadi KEK untuk pertumbuhan ekonomi.
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Wali Kota (Wawako) Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, tidak mempermasalahkan apa status Batam. Yang terpenting adalah kejelasan tugas dan fungsi antara Pemkot Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang menjadi tuan rumah mengawal pemerintahan dan pembangunan kota.
"Bagi Pemkot FTZ atau KEK tidak masalah, yang penting irisan tugas pokok selesai antara BP dan Pemkot. Kalau memang masalahnya bisa teratasi dengan KEK maka kita setuju," kata Amsakar pada Sabtu (2/6).
Masalah irisan tugas pokok antara BP dan Pemkot Batam sendiri sejatinya pada 2018 ini sudah tidak terlihat. Meskipun tidak sepenuhnya hilang namun upaya harmonisasi antara dua lembaga ini jauh lebih nampak.
Di sepanjang 2018 ini irisan yang terlihat hanya seputar event pariwisata yang nampaknya dijalankan bersaing antara Pemkot Batam dan BP Batam. Berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana kedua lembaga ini seolah berlawanan dan tidak sejalan di banyak sisi. Menjadi satu dari banyak alasan atas keterpurukan eko trnomi Batam.
Berkaitan dengan status FTZ yang disandang Batam saat ini, Amsakar juga menilai bahwa belum ada signifikansi yang membawa kebaikan pada pertumbuhan ekonomi Batam. Padahal banyak kemudahan yang diberikan negara, yang seharusnya memberikan sumbangan maksimal atas perkembangan daerah.
"Kalau dilihat sejauh ini FTZ tidak membawa manfaat, sehingga kita perlu kaji ulang. Kita harus memberi makna pada daya saing Batam," kata Amsakar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
