Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 02.44 WIB

Berlayar ke NTT, Kapal Ramadan Siap Entaskan Kemiskinan

Kapal Ramadan ACT berlayar menuju NTT - Image

Kapal Ramadan ACT berlayar menuju NTT

JawaPos.com - Kapal Ramadan telah dilepas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, Rabu (30/5) sore. Ketika angkat jangkar di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, kapal yang dikomandoi Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu berlayar menuju Nusa Tenggara Timur (NTT).


Vice Presiden ACT Iqbal Setyarso mengatakan, Kapal Ramadhan ACT adalah ikhtiar untuk menggugah kesadaran masyarakat Bangsa Indonesia untuk saling berbagi kebahagiaan. Terutama dengan masyarakat yang kekurangan di NTT.


"Apa yang kami lakukan adalah sebuah etalase ikhtiar yang tidak boleh hilang dari ingatan kita bahwa setiap ada kesulitan selayaknya kita yang berlebih senantiasa membersamai mereka. Hanya dengan inilah bangsa ini akan terjaga dari rahmat Allah," papar Iqbal Setyarso usai melepas Kapal Ramadan ACT.


Iqbal menjelaskan, kendati lahir sebagai organisasi tanggap bencana alam, akan tetapi seiring berjalannya waktu, ACT semakin memahami bahwa masih ada bencana lain di negeri ini. Yaitu bencana kemanusiaan. Bahkan bencana yang lebih berbahaya itu adalah kemiskinan.


"Organisasi yang berani menghadapi bencana kemiskinan harus memiliki dua keberanian. Yakni berani bekerja keras dan berani merawat ikhtiar untuk mengingatkan orang lain," tegasnya.


Atas kiprah ACT dalam merawat ikhtiar ini, dia sangat berterima kasih bangsa Indonesia yang peduli dan mau bergerak untuk mengentaskan bencana. Sebab gerakan kepedulian itu menjadi benteng dalam menghadang bencana apapun.


"Ikhtiar inilah benteng terbaik untuk menolak bencana apapun. ACT tidak hebat tanpa ada orang lain yang peduli. Maka pahlawan hari ini adalah mereka yang tergerak hatinya untuk membantu oeang lain, kami hanya wasilah, perantara untuk menyampaikan maksud baik dari bapak ibu sekalian," jelasnya.


Ketua Cabang ACT Sulawesi Selatan Syahrul Akbar menambahkan, dipilihnya kawasan NTT sebagai tujuan pelayaran, karena masih banyak masyarakat yang berada di bawah miskin di sana. "Angka kemiskinan di NTT mencapai 22 persen, atau 1,1 juta jiwa," urainya.


Menurut Syahrul, pentingnya memberikan bantuan kepada masyarakat muslim di NTT untuk menunjukkan kepedulian di saat Ramadan. "Ini menunjukan bahwa NTT bagian dari masyarakat Indonesia yang tidak sendiri," tuturnya.


Selain membawa logistik sebanyak 10 ribu bungkus bahan pangan, ACT juga membawa relawan medis untuk membantu kesehatan masyarakat di wilayah timur Indonesia.


"Kurang lebih 100 relawan. Relawan medis karena untuk memberikan kesehatan kepada sauadara kita di NTT," terangnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore