
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat meninjau lokasi kebakaran, Selas (30/5) malam.
JawaPos.com - Kebakaran melanda rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya, Selasa (29/5) malam. Kini, amukan si jago merah masih menyisakan rasa keprihatinan dan duka mendalam.
Delapan penghuni kos tewas terpanggang setelah terjebak api di lantai 2. Para korban tidak bisa turun ke bawah karena satu-satunya akses adalah lewat tangga yang sudah dilalap si jago merah. Mereka juga tidak bisa menyelamatkan diri melalui jendela lantai 2 karena lokasinya tidak memungkinkan untuk dijangkau.
Dari pengamatan JawaPos.com, rumah kos itu memang minim jendela. Satu-satunya jendela di lantai 2 terdapat di bagian depan. Itupun ukurannya hanya sekitar 1 x 0,5 meter. Hanya muat untuk satu orang dewasa.
Di bagian samping cuma ada ventilasi udara. Tidak bisa dilewati orang. Praktis, bagian samping rumah didominasi tembok tinggi warna abu-abu. Sekilas, rumah tersebut terkesan dipaksakan menjadi kos-kosan. Asal punya banyak kamar dengan fasilitas ala kadarnya.
Setelah dikroscek, rumah tersebut awalnya memang bukan diperuntukkan untuk kos-kosan. Awalnya bangunan itu merupakan studio musik. Pemiliknya bernama M. Hadiri. Dia mulai membuka kos-kosan pada 2011.
"Awalnya memang studio lalu beralih fungsi jadi kamar kos dengan kapasitas 6 KK (kepala keluarga)," jelas Ketua RT II Kelurahan Krembangan Utara Ahmad Faiz kepada JawaPos.com.
Fasilitas yang disediakan pemilik kos memang terbatas. Kamar-kamar yang disewakan tidak memakai Air Conditioner (AC). "Cuma kipas angin. Di bawah dibuat garasi sama dua kamar," tambahnya.
Nonik, salah seorang warga sekitar menceritakan bagaimana proses peralihan studio musik itu menjadi rumah kos. Semuanya berawal saat keyboard milik studio raib. "Pak Hadiri marah-marah, akhirnya semua alat-alat musik dijual. Terus ganti kamar-kamar kos. Disekat-sekat," ceritanya.
Seperti diberitakan, kebakaran rumah kos di Kebalen Kulon II/9 merenggut delapan nyawa. Para korban tewas terjebak di lantai II. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD dr. Soetomo.
Rencananya hari ini (30/5), kepolisian merilis nama-nama korban yang tewas. Selanjutnya, jenazah bisa segera diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
