Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 17.35 WIB

Bekas Studio Musik, Jadi Rumah Kos Sejak 2011

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat meninjau lokasi kebakaran, Selas (30/5) malam. - Image

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat meninjau lokasi kebakaran, Selas (30/5) malam.

JawaPos.com - Kebakaran melanda rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya, Selasa (29/5) malam. Kini, amukan si jago merah masih menyisakan rasa keprihatinan dan duka mendalam.


Delapan penghuni kos tewas terpanggang setelah terjebak api di lantai 2. Para korban tidak bisa turun ke bawah karena satu-satunya akses adalah lewat tangga yang sudah dilalap si jago merah. Mereka juga tidak bisa menyelamatkan diri melalui jendela lantai 2 karena lokasinya tidak memungkinkan untuk dijangkau.


Dari pengamatan JawaPos.com, rumah kos itu memang minim jendela. Satu-satunya jendela di lantai 2 terdapat di bagian depan. Itupun ukurannya hanya sekitar 1 x 0,5 meter. Hanya muat untuk satu orang dewasa.


Di bagian samping cuma ada ventilasi udara. Tidak bisa dilewati orang. Praktis, bagian samping rumah didominasi tembok tinggi warna abu-abu. Sekilas, rumah tersebut terkesan dipaksakan menjadi kos-kosan. Asal punya banyak kamar dengan fasilitas ala kadarnya.


Setelah dikroscek, rumah tersebut awalnya memang bukan diperuntukkan untuk kos-kosan. Awalnya bangunan itu merupakan studio musik. Pemiliknya bernama M. Hadiri. Dia mulai membuka kos-kosan pada 2011.


"Awalnya memang studio lalu beralih fungsi jadi kamar kos dengan kapasitas 6 KK (kepala keluarga)," jelas Ketua RT II Kelurahan Krembangan Utara Ahmad Faiz kepada JawaPos.com.


Fasilitas yang disediakan pemilik kos memang terbatas. Kamar-kamar yang disewakan tidak memakai Air Conditioner (AC). "Cuma kipas angin. Di bawah dibuat garasi sama dua kamar," tambahnya.


Nonik, salah seorang warga sekitar menceritakan bagaimana proses peralihan studio musik itu menjadi rumah kos. Semuanya berawal saat keyboard milik studio raib. "Pak Hadiri marah-marah, akhirnya semua alat-alat musik dijual. Terus ganti kamar-kamar kos. Disekat-sekat," ceritanya.


Seperti diberitakan, kebakaran rumah kos di Kebalen Kulon II/9 merenggut delapan nyawa. Para korban tewas terjebak di lantai II. Seluruh jenazah dibawa ke RSUD dr. Soetomo.


Rencananya hari ini (30/5), kepolisian merilis nama-nama korban yang tewas. Selanjutnya, jenazah bisa segera diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore