
Gus Ipul saat mengunjungi PT Kaibon Indah di Madiun, Senin (28/5)
JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf terus mendorong produksi industri asal Jawa Timur agar bisa bersaing masuk pasar ekspor. Salah satunya adalah industri keramik.
Saat mengunjungi PT Kaibon Indah, di Madiun, Senin (28/5), pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan komitmennya. Dia memuji kehadiran produsen keramik yang sudah ada sejak tahun 1975 tersebut.
Beberapa benda berbahan baku keramik yang bisa dihasilkan antara lain tea and coffee set, guci, mug, hingga beberapa produk lainnya. Produk keramik perusahaan ini telah tersebar di pasar lokal hingga masuk kancah nasional. Perusahaan ini memiliki pekerja sekitar 200 orang.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul sempat menyaksikan proses produksi keramik di tempat tersebut. Mulai dari pemilahan bahan baku, pembentukan keramik, pengeringan, pembakaran, hingga pengemasan.
Gus Ipul pun memuji kualitas produk PT Kaibon yang menurutnya memenuhi produk ekspor. "Sekarang, tinggal membuka pasar di negara lain. Kalau kita lihat produknya sudah sangat berkualitas ekspor. Tinggal kita dukung supaya bisa menguasai pasar luar negeri," ujarnya.
Perusahaan ini sekaligus menjadi perusahaan yang membantu pertumbuhan industri di Jawa Timur. "Industri yang seperti ini yang harus kita jaga dan berikan dukungan terus. Sebab, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari kemajuan industrinya bisa berkembang," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur (Jatim) pada kuartal IV/2017 tumbuh sebesar 6,40 persen. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,20 persen.
"Alhamdulillah, satu tahun ini Jawa Timur industrinya bisa tumbuh lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi kita. Ini berita yang harus kita jaga," kata pria kelahiran Pasuruan itu.
Menurutnya, sektor industri menjadi suatu di antara bidang yang bisa diandalkan mengangkat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. "Oleh karenanya, terpenting harus dijaga kualitas produknya," tambahnya.
Dengan adanya ketersediaan barang, maka akan menghambat produk impor dari luar daerah Jawa Timur. Sebaliknya, Jawa Timur berpotensi bisa masuk di pasar ekspor. "Kalau sudah ada produknya tinggal menjualnya. Sebaliknya, kalau perdagangan maju, namun produknya tidak ada, maka produk yang dijual adalah produk dari negara atau daerah lain," terang mantan Ketua Umum GP Ansor itu.
Menurutnya, Jawa Timur yang saat ini menjadi salah satu basis industri nasional memiliki modal menembus pasar ekspor. "Kami terus mendorong industri ini tumbuh di era globalisasi dan persaingan dewasa ini," lanjut cagub nomor urut dua itu.
Ke depan, pihaknya mengoptimalkan keberadaan industri yang bisa menggandeng dan meningkatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kemudian, dapat menyerap tenaga kerja atau padat karya. "Industri kedepan juga harus berorientasi ekspor. Saya bangga dengan PT Kaibon yang selama ini telah memenuhi pasar keramik dalam negeri," pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
