Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 04.07 WIB

Mudah Dikelabui, Kantor Pos Jadi Sasaran Bandar Narkoba Internasional

Pelaku penyelundupan narkotika ekstasi dan daun khat ketika diringkus jajaran Tim BNN dan Bea Cukai - Image

Pelaku penyelundupan narkotika ekstasi dan daun khat ketika diringkus jajaran Tim BNN dan Bea Cukai

JawaPos.com - Modus operandi penyelundupan narkotika terus berubah-ubah. Terbaru Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai menggagalkan pengiriman narkoba jaringan internasional.


Mereka menggunakan jasa kurir yang dipecah menjadi beberapa bungkus kecil. Sistem ini terbilang baru sebab sebelumnya belum terjadi.


Kepala Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menuturkan adanya modus baru ini ditengarai karena sistem lama seperti pengiriman dalam sekala besar, melalui jalur laut telah mudah di prediksi oleh petugas.


Para sindikat ini kemudian beralih dengan jalur kurir dan dibagi dalam skaa kecil.


Modus operandi narkoba seperti ini telah terjadi di beberapa kota besar. Terbanyak terjadi di wilayah Surabaya, Jawa Timur dan Bali.


"Terkait modus operandi di pengirim narkoba jenis ekstasi dan sabu saat ini marak menggunakan jasa kirim lewat Kantor Pos. Baik di Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya juga ada kurang lebih 11 kasus, di Bali lebih banyak lagi," ujar Arman di Aula Sabang Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (28/5).


Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai, Heru Pambudi menerangkan bahwa sistem penyelundupan narkoba melalui jasa kurir tengah marak karena didasar beberapa alasan.


Yakni para sindikat ini melihat peluang untuk tidak terdeteksi jika pengiriman melalui jalur ekspedisi.


Dengan sistem ini pula para bandar bisa memecah barang menjadi beberapa bingkisan kecil sehingga tidak mencurigakan.


Harga yang lebih murah dan tidak terlacaknya pengirim juga menjadi faktor pertimbangan para sindikat.


Dijelaskan Heru, tidak hanya lewat jasa kurir, penyelundupan narkoba juga terindikasi dilakukan melalui e-commerce.


Dengan berkembangnya tren masa kini, para bandar menilai pengiriman narkoba melalui e-commerce dapat tersamarkan.


"Sekarang terjadi tren perdagangan lintas batas melalui e-commerce ini yang digunakan untuk mendistribukan secara masal. Kita tahu e-commerce bisa dijadikan satu sarana untuk menyelundupkan juga," terang Heru.


Hal ini tentu menjadi tantangan Bea Cukai dalam mengawasi penyelundupan narkoba. Di samping harus memberikan pelayanan yang baik, tapi mereka juga dituntut mencegah barang haram masuk ke Indonesia.


Dalam melakukan pencegahan, Bea Cukai memanfaatkan berbagai teknologi seperti X-ray.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore