
Pil ekstasi yang disamarkan dalam bungkusan permen, dikirim dari jaringan internasional ke Indonesia.
JawaPos.com - Berbagai cara dilakukan bandar narkoba untuk menyelundupkan barang haram ini ke Indonesia. Paling terbaru yang berhasil diungkap Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah diselundupkan dengan menyerupai permen.
Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengungkap penyelundupan ekstasi dan daun khat milik jaringan internasional juga menemui modus baru.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, bahwa ekstasi yang dicoba diselundupkan dibungkus menggunakan kertas kecil. Sekilas jika dilihat tampilannya seperti permen.
"Ini yang warna biru menyerupai permen, dibungkus dengan stiker," ungkap Heru di Kantor Pusat Bea Cukai Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (28/5).
Lebih lanjut Heru menerangkan, petugasnya juga mendapati ekstasi dalam bungkus lain. Kali ini disamarkan dengan dinding kotak kardus yang berisi baju atau sandal.
Dalam modus ini, ekstasi dikemas secara tipis dengan diameter ketebalan sekitar 1 centimeter. Barang haram ini dikemas menggunakan mesin pres plastik. Setelah selesai dibentuk, narkotika ini ditempel di dinding-dinding kotak kardus untuk mengelabuhi petugas.
"Mereka (pelaku) buat dua ruang untuk ngirim baju-baju, kemudian sisi-sisinya mereka buat lagi untuk menyembunyikan narkoba," terang Heru.
Untuk modus terakhir para pelaku memasukan ekstasi kedalam tabung berwarna hitam. Sekilas tabung ini seperti speaker portable yang telah dikosongkan bagian dalamnya.
"Ada juga yang dimasukan kedalam tabung seperti ini," lanjut Heru sambil menunjukan tabung hitam berisi narkoba.
Di sisi lain Heru memperkirakan modus penyelundupan narkoba akan terus berubah-ubah. Jika sebelumnya diselundupkan dalam skala besar kali ini mulai dipecah dalam jumlah kecil. Oleh karena itu hal seperti ini akan menjadi tantangan bagi petugas untuk mencegah masuknya obat-obatan terlarang ini ke Indonesia.
"Mereka akan berubah-ubah terus yang tadi partai besar mereka memecah menjadi partai-partai kecil," pungkas Heru.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
