
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia
JawaPos.com - Perdagangan saham Indonesia pada awal pekan ini sukses menembus level 6.000. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 7 poin atau 0,11 persen ke level 5.982,78 pada pembukaan pagi ini. Namun, dalam beberapa menit, IHSG terus menguat dan kembali menembus level 6.000,87.
Sementara Indeks LQ45 naik 1 poin atau 0,1 persen menjadi 959,41, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,3 poin atau 0,2 persen ke 684,07, dan indeks IDX30 naik 0,4 poin atau 0,1 persen ke 521,28.
Membuka perdagangan pagi ini, ada 70 saham menguat, 31 saham melemah, dan 88 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp 53,2 miliar dari 38,1 juta lembar saham diperdagangkan.
Mayoritas sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor industri dasar, consumer hingga properti memimpin kenaikan masing-masing 0,4 persen. Sementara sektor mining dan perkebunan masing-masing turun 0,3 persen dan 0,1 persen.
Namun, menurut analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, IHSG berpotensi mengalami koreksi akibat aksi profit taking, setelah mengalami kenaikan cukup pesat dari low 5.740 hingga mendekati level psikologis 6.000.
"Sehingga, kondisi koreksi tersebut dapat digunakan sebagai kesempatam untuk trading buy pada saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan," kata Yuganur di Jakarta, Senin (28/5).
Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi koreksi minor pada laju IHSG yang disebabkan oleh aksi ambil untung tersebut mesti direspons para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. UNVR dengan target profit taking di kisaran Rp 48.700-49.700-50.700 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 46.150 dan Rp 45.650, disarankan cut-loss pada posisi Rp 44.950.
2. UNTR dengan target profit taking di kisaran Rp 39.200-40.500 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 36.850 dan Rp 35.850, disarankan cut-loss pada posisi Rp 35.100.
3. LSIP dengan target profit taking di kisaran Rp 1.295-1.395 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp1.215 dan Rp 1.185, disarankan cut-loss pada posisi Rp 1.155.
4. BNGA dengan target profit taking di kisaran Rp 1.120-1.170 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp 1.020 dan Rp 990, disarankan cut-loss pada posisi Rp 960.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
