Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 05.18 WIB

Soal Beda Data Stok Beras, Perempuan Tani HKTI Khawatir Nasib Petani

Stok beras jelang lebaran di sorot oleh Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI) - Image

Stok beras jelang lebaran di sorot oleh Himpunan Keluarga Tani Indonesia (HKTI)


JawaPos.com - Ketua Umum Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dian Novita Susanto mengatakan, persoalan beda data soal stok beras harus diselesaikan. Pasalnya, saat impor beras periode pertama (Februari-April) lalu, masalah perbedaan data ini juga sempat muncul. 


“Beda data ini yang perlu diselesaikan. Kasihan kan para petani kita,” jelas Dian melalui keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu, (27/5). 


Diketahui, pemerintah telah memutuskan melakukan impor beras ‘Jilid II.’ Bahkan sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, stok yang dimiliki oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sudah menipis. 


Untuk menghindari gejolak naiknya harga beras, keran impor harus segera dilakukan. Sementara itu, data dari Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, stok beras lebih dari cukup bahkan berada di atas 20 persen. 


Karena itu, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, Dian juga mengimbau agar semua pemangku kepentingan untuk bisa duduk bersama dan memastikan data riil ketersedian stok beras nasional. 


“Beras itu bagian dari pangan utama kita, apalagi jelang hari raya Idul Fitri tahun ini. Dampaknya pasti ke para petani,” jelas Dian. 


Perbedaan data stok beras ini juga sempat dikeluhkan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu. Terdapat perbedaan data beras antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Oleh sebab itu Bulog meminta jeda waktu melihat data yang benar. 


"Kita tunggu sekarang, data soalnya abu-abu. Kita data lihatnya dari BPS tunggu hasilnya pokoknya secepatnya," ungkapnya.


Kemendag sebelumnya menyatakan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton. Izin impor tersebut berlaku hingga Juli 2018. Jika ditotal dengan impor beras periode pertama maka stok beras nasonal mencapai 1 juta ton.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore