Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 04.54 WIB

Soal Pleidoi Aman Abdurrahman, Pengamat: Angggota JAD Harusnya Insaf

Terdakwa kasus bom Thamrin, Jakarta, Aman Abdurrahman saat menjalani sidang tuntutan perkara yang melilitnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. - Image

Terdakwa kasus bom Thamrin, Jakarta, Aman Abdurrahman saat menjalani sidang tuntutan perkara yang melilitnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

JawaPos.com - Pernyataan terdakwa kasus Bom Thamrin, Jakarta, Aman Abdurrahman, menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Hal itu setelah dirinya membacakan pleidoi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.


Menanggapi hal tersebut, Akademisi UIN Jakarta A Bakir Ihsan menilai penyataan aman itu bukanlah suatu bentuk rekayasa atau taktik untuk mendapat hukuman ringan. Sebaliknya, Aman menunjukkan konsistensi ideologisnya yang menentang penyerangan brutal melibatkan anak-anak.


“Itu (pleidoi) semacam petunjuk atau perintah bagi kelompok pro ISIS untuk menghentikan serangan teror. Bahwa mereka salah memahami jihad selama ini,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/5).


Menurut Wakil Dekan FISIP UIN ini, banyak pengikut ISIS di Indonesia yang menjadi pengikut ajaran Aman setelah membaca tulisan-tulisannya. Bahkan sebagian mengatakan Aman tidak bertemu langsung dengan pengikutnya yang melakukan aksi teror.


“Mereka terpengaruh dari tulisan, tapi semua itu jadi mentah sekarang sehingga mereka ini harusnya insaf,” tegasnya.


Bakir mengatakan, ada beberapa kejadian terkait serangan bom terhadap gereja yang terindikasi dipengaruhi oleh ajaran Aman Abdurrahman. Salah satunya, serangan terhadap gereja di Samarinda dan terakhir serangan gereja di Surabaya.


“Tapi pleidoi itu jadi imbauan terbuka agar pengikut Aman ini jangan lakukan seperti itu lagi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia berharap pasca dibacakannya pleidoi tersebut, para pengikut ISIS di Indonesia betul-betul mengindahkan ajaran pimpinannya. Meskipun di dalam tubuh kelompok pengikut ISIS terdapat friksi, setidaknya, pleidoi Aman mampu meredam aksi terorisme. Terutama yang selama ini terpanggil berjihad melalui rekaman kajian dan tulisan Aman.


“Tapi jangan juga hanya terpusat pada kelompok Aman. Harus antisipasi juga kelompok lain,” pungkasnya.


Sebelumnya, dalam tulisan pleidoi yang dibacakan, Aman Abdurrahman menyatakan serangan bom terhadap orang kafir, seperti tempat ibadah umat Nasrani, yang tidak mengganggu umat Muslim apalagi dengan melibatkan anak-anak jelas melanggar ajaran Islam.


Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu juga mengaku tidak mendukung bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Sebab dalam aksi itu, pelaku melibatkan istri dan anak-anaknya. Selain itu, Aman juga menyebut, hanya orang sakit jiwa dan tidak paham tuntunan jihad yang melakukan serangan bom di Surabaya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore