
DIJUAL: Hewan ternak milik warga lereng Merapi di Sleman banyak yang dijual jelang lebaran. Terlebih Merapi juga mengalami gejolak erupsi.
JawaPos.com - Sebagian warga di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan memilih untuk menjual sapi ternaknya, baik berjenis metal maupun perah. Selain kebutuhan meningkat sebelum Lebaran, hal ini juga disebabkan Gunung Merapi yang akhir-akhir ini kembali bergejolak.
Kemi, 35, warga Kalitengah Lor, Glagaharjo mengatakan, akhir-akhir ini memang banyak tetangganya yang menjual hewan ternak. Bahkan hampir sekitar 50 jika ditotal sepadukuhan. "Kalau saya jual dua ekor, masih kecil-kecil," katanya, ditemui di rumahnya Sabtu (26/5).
Ia terpaksa menjual karena khawatir aktivitas Merapi semakin meningkat. Ketika untuk mencari pakan ternaknya, harus naik ke atas semakin dekat dengan pucuk.
Selain itu, hewan ternaknya pun akan menambah beban jika semuanya harus dibawa ketika harus mengungsi. Untuk itu, ia hanya menyisakan beberapa ekor saja yang dipelihara.
Meski harganya di bawah pasaran. Yaitu yang biasanya bisa Rp 17-18 juta, kini menurun menjadi kisaran Rp 15 juta untuk sapi dewasa.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Poniman, 40, warga RT 1, Kalitengah Lor. Ia juga menjual hewan ternaknya karena kebutuhan ekonomi jelang Lebaran semakin meningkat.
"Belum lama jualnya, tapi sebelumnya ada letusan itu. Jadi bukan karena erupsi, tapi memang untuk mencukupi kebutuhan," katanya.
Masa-masa seperti ini, lanjutnya, untuk menjualnya pun cukup mudah. Banyak para pedagang yang sengaja datang ke lereng Merapi bagian selatan ini untuk menawar sapi milik warga.
"Banyak yang jual, ada yang memang karena erupsi Merapi. Ada pula yang memang untuk mencukupi kebutuhan," pungkasnya.(dho/JPC)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
