Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 03.16 WIB

Ini Kisah Aman Abdurahman Saat Dilobi Agen Asing di Rutan Mako Brimob

Terdakwa kasus terorisme yang juga merupakan pendiri dari Jemaah Anhsaruut Daulah (JAD) Aman Abdurraham mengaku, dirinya pernah dilobi oleh warga negara asing (WNA) agar berkompromi dengan Pemerintah Indonesia. - Image

Terdakwa kasus terorisme yang juga merupakan pendiri dari Jemaah Anhsaruut Daulah (JAD) Aman Abdurraham mengaku, dirinya pernah dilobi oleh warga negara asing (WNA) agar berkompromi dengan Pemerintah Indonesia.


JawaPos.com - Terdakwa kasus terorisme yang juga merupakan pendiri dari Jemaah Anhsaruut Daulah (JAD) Aman Abdurraham mengaku, dirinya pernah dilobi oleh warga negara asing (WNA) agar berkompromi dengan Pemerintah Indonesia. Lobi itu dilakukan saat dirinya mendekam di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.


Aman yang juga dikenal sebagai Oman Rachman itu juga mengungkapkan hal itu saat membacakan pledoinya pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat (25/5).


Pria asal Sumedang, Jawa Barat itu menyebut pihak yang melobinya adalah Prof Rohan, warga negara Sri Lanka yang bekerja untuk pemerintah Singapura. Rohan, kata Aman, merupakan peneliti bidang kajian Islam.


"Rohan juga bekerja sama dengan pemerintah Indonesia," ujar Aman.


Lebih lanjut, Aman menuturkan, Rohan saat itu mendatanginya pada 21 Desember 2017 di sel isolasi Mako Brimob Depok. Si Profesor itu sempat menanyakan tentang tauhid, sistem pemerintahan demokrasi, khilafah islamiah, hijrah, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemikirannya.


Keesokan harinya, Rohan kembali mewawancarai Aman tentang buku-buku dan rekaman kajian yang disebarkan selama di penjara dan di luar penjara. Semua wawancara itu direkam dengan sepengetahuan Aman.


Namun, dalam pertemuan selanjutnya, Rohan datang melobi Aman melalui tiga pertanyaan. “Dia datang langsung mengatakan untuk berkompromi dengan pemerintah. Kalau Ustad Aman mau berkompromi maka akan langsung dibebaskan dan bila tidak mau berkompromi, maka akan dipenjara seumur hidup," kata Aman menirukan omongan Rohan.


Aman mengaku langsung menolak tawaran Rohan. Alasannya, dia tak mau menggadaikan prinsipnya. "Saya tidak akan mau berkompromi dengan pemerintah ini. Saya insyaallah akan keluar dari penjara berupa mayat sebagai syahid atau keluar dalam keadaan hidup sebagai pemenang dalam prinsip ini," urai dia.


Tak berhenti di situ, Rohan mengajak Aman jalan-jalan ke Museum Indonesia dan makan malam. Lagi-lagi, Aman mengaku menolak ajakan itu.


Karena itu Aman mencurigai Rohan. Dia menduga pertanyaan dan ajakan Rohan sebagai upaya untuk menjebaknya agar mau keluar dari prinsipnya yang diyakininya.


"Tapi saya tidak mau. Saya tidak akan keluar dari penjara kecuali berupa mayat sebagai syahid Insyaallah atau keluar masih hidup sebagai pemenang," tegasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore