Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 22.35 WIB

Kapolri Ajak Dunia Internasional Ikut Perangi Terorisme

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memaparkan penanganan serangan teror di Indonesia di hadapan sejumah duta besar di kediamannya. - Image

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memaparkan penanganan serangan teror di Indonesia di hadapan sejumah duta besar di kediamannya.

JawaPos.com - Aksi tegas aparat kepolisian dalam menangani terorisme berlangsung sistematis dan cepat. Densus 88 berhasil menangkap 74 terduga teroris di berbagai daerah serta membuat ruang gerak mereka terdesak.


Keberhasilan Polri yang cepat menindak para terduga teroris itu pun banyak mendapat apresiasi. Terlebih, tugas Polri tidak hanya memberikan rasa aman kepada masyarakat, tetapi juga menjamin suasana tetap kondusif agar kepercayaan internasional juga terjaga.


Seperti yang dilakukan Kapolri Jenderal (Polisi) Tito Karnavian baru-baru ini. Dalam sebuah kesempatan di tengah perburuan jaringan teroris yang masih berlangsung, dia mengambil langkah cepat dengan mengundang sejumah duta besar ke kediamannya.


Agenda tersebut bertujuan untuk menjelaskan penanganan serangan teror di Indonesia termasuk kondisi keamanan terakhir. Dalam pertemuan itu, Tito memastikan kepada para pejabat Kedubes akan kondisi keamanan nasional yang hingga kini sangat terkendali.


Dia lantas mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama memerangi terorisme. Sebab, kejahatan luar biasa ini sudah jadi fenomena internasional yang tidak saja menyasar Indonesia.


Tito mengatakan, aksi teror yang terjadi di Indonesia mencuat karena perintah ISIS yang saat ini terdesak. Kondisi itu kemudian memintas seluruh sel-sel jaringannya untuk bergerak serentak.


"Rangkaian teror bom ini merupakan aksi yang diminta oleh ISIS yang saat ini terdesak, teror dilakukan serentak tak hanya Indonesia beberapa negara juga telah terjadi pemboman," ungkap Tito dalam keterangan tertulilsnya, Jumat (25/5).


Tito menjelaskan, motif di balik aksi teror bom ini diduga karena di tingkat internasional ISIS ditekan kekuatan baik dari Barat seperti Rusia dan negara lainnya. Sehingga, keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Di Indonesia sendiri, katanya, ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel JAD dan JAT. Beberapa di antara mereka ada yang kembali berangkat ke Syria atau tertangkap oleh otoritas Jordani dan Turki atau sekitar Syria.


Menurutnya, ada sekitar 1.100 lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia berjumlah 500 lebih. "Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS," tandasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore