Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 05.35 WIB

Taruna Poltekbang Penerima Beasiswa Pemkot Surabaya Siap Untuk Bekerja

(Dari kiri) Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Setiyo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait usai menandatangani MoU pengadaan tenaga teknisi pesawat. - Image

(Dari kiri) Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Setiyo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait usai menandatangani MoU pengadaan tenaga teknisi pesawat.

JawaPos.com - Puluhan taruna teknisi pesawat dari jalur beasiswa dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya lulus dari Politeknik Penerbangan (poltekbang) Surabaya. Ke-24 taruna itu, merupakan siswa non-diploma teknik pesawat udara aircraft technical assistant, angkatan 10.


Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya, Setiyo mengatakan, pihaknya berperan sebagai instansi yang menyiapkan dari aspek pendidikannya. Sementara pihak pemkot yang berkewenangan menyediakan sumber daya manusia dan pembiayaanya.


Setelah lulus lanjutnya, mereka akan bekerja sebagai teknisi pesawat. Untuk penyerapan tenaga kerjanya, Setiyo mengatakan, pihaknya sudah menggandeng sejumlah maskapai seperti, Lion Air Group dan Garuda Indonesia.


Hanya, proses perekrutan seperti psikotes dan kemampuan bahasa Inggrisnya, tetap akan ditentukan pihak maskapai. Namun, Setyo tidak memaksakan jika lulusannya ingin bekerja di tempat lain.


"Kemampuan akademisnya harus diatas rata-rata. Trennya saat ini, adalah kemampuan berbahasa inggris. Minimal harus 500 dengan standar TOEIC," kata Setiyo diwawancara wartawan di Poltekbang Surabaya, Kamis (24/5).


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kerjasama dengan Poltekbang adalah upaya memangkas kemiskinan secara struktural. Sebab, puluhan taruna tersebut mempunyai beragam latarbelakang.
Karena, mayoritas dari siswa itu datang dari keluarga tidak mampu.
"Macam-macam (latarbelakang keluarga para taruna yang lulus). Ada juga yang anaknya tukang batu," kata Risma.


Namun, Risma mengatakan, saat ini pihaknya baru membuka kesempatan beasiswa pada bidang teknisi, maintenance pesawat dan pramugari. "Kalau pilot (biayanya pendidikannya) kemahalan," kata Risma.


Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, tahun ini, pihaknya baru menyerap lulusan yang akan dipekerjakan sebagai teknisi pesawat. Setelah dinyatakan lulus dalam proses perekrutan, puluhan lulusan Poltekbang Surabaya tersebut akan melalui tahap praktek kerja.


"Kami juga telah bekerjasama dengan Dinas Sosial Surabaya untuk pengadaan tenaga pramugari. Tapi tahun ini, tenaga teknisi pesawat saja dahulu," kata Edward.


Lebih lanjut, Edward mengatakan, pihaknya membutuhkan sebanyak 22 ribu tenaga teknisi. Jumlah tersebut, adalah prediksi kebutuhan hingga 2025. Nantinya teknisi tersebut tidak hanya berperan pada kegiatan operasional pesawat.


Tetapi juga berperan pada industri peralatan dan perawatan pesawat. Karena, lanjutnya, pasarnya tidak hanya Indonesia atau penerbangan domestik. "Kami ingin penerbangan dari luar negeri, perawatan pesawatnya juga dilakukan di Indonesia," katanya.


Sebagai informasi, Poltekbang Surabaya tidak hanya meluluskan taruna hasil kerjasama dengan Pemkot Surabaya. Poltekbang juga meluluskan sebanyak 24 siswa atau taruna lain pada jalur mandiri atau masyarakat umum non-diploma TPU basic lesson A1 dan A4, angkatan 8.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore