Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 01.55 WIB

Kue Kering Khas Makassar Diburu Selama Ramadan

Industri rumahan kue Otere-otere khas Makassar di jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, kota Makassar, Kamis (24/5). - Image

Industri rumahan kue Otere-otere khas Makassar di jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, kota Makassar, Kamis (24/5).

JawaPos.com - Industri kue rumah tangga tentu menjadi incaran semua orang di bulan Ramadan. Selain sebagai penganan berbuka puasa, kue tradisional juga kerap disajikan saat lebaran Idul Fitri. Salah satu kue kering yang paling dicari ialah kue Otere-otere atau biasa disebut sebagai kue Tali-tali asal Makassar.


Kue yang di produksi oleh industri kecil rumahan yang berlokasi di Jalan Masjid Jabal Nur, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar, Kota Makassar ini banyak diburu lantaran rasanya yang enak dan cocok untuk menyambut tamu usai lebaran.


M Yusuf 55 tahun, yang merupakan pemilik usaha ini mengaku, telah merintis usahanya sejak tahun 1980-an. Dari usahanya tersebut, dia mampu menghidupi keluarga, hingga menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang SMA hingga perguruan tinggi di Makassar.


Dibantu istrinya, Elsa 50 tahun, usaha mereka dibantu pekerja yang berjumlah 10 orang. Yusuf mengungkapkan, selama Ramadan, ia mengolah 150 Kilogram tepung terigu untuk dijadikan sebagai kue Otere-otere.


Jumlah itu meningkat dari bulan sebelumnya. Dimana sebelum bulan Ramadan, ia hanya membuat 80 hingga 10 kilogram tepung terigu untuk dijadikan sebagai kue kering otere.


"Ya selama Ramadan karena banyak permintaan, makanya bikinya juga banyak. Kalau hari biasa palingan 80 kilo saja. Sekarang ya sampa 150 kilogram tepung terigu," kata Yusuf Toro, ditemui di rumahnya, Kamis (23/5).


Yusuf menjelaskan, dalam sehari selama Ramadan, ia mampu meraih omzet sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Ssebelumnya di hari biasa, keuntungan yang dapatnya hanya Rp 3 juta. Meningkatnya pendapatannya itu, dikarenakan banyaknya permintaan kue saat ini.
Untuk 1 kilogram kue Otere-otwre khas Makassar ini, Yusuf membandrolnya seharga Rp 40 ribu. Sementara, untuk kemasan bal dengan isi 50 bungkus seharga Rp 20 per balnya.


"Kalau ini cukup terjangkau, semua lapisan masyarakat juga bisa menikmati kue ini. Termasuk untuk persiapan jangka panjang, karena kue ini cukup awet makanya itu mungkin bikin orang banyak tertarik," terangnya.


Selama Ramadan, Industri kue kering milik M Yusuf banjir pesanan, tak ayal saat ini ia menjual dalam bentuk kemasan besar sesuai permintaan para pelangganya. Kue kering Otere-otere ini sendiri telah dipasarkan di semua daerah di Sulawesi Selatan. Mulai Kota Makassar hingga Kabupaten Tanah Toraja.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore