
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan, pernyataan Fadli Zon soal keberadaan KSP sebagai sarang Timses Jokowi sangat berlebihan.
JawaPos.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menjadikan Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai tempat penampung orang-orang yang akan menjadi tim sukses. Hal itu ia sampaikan menyusul diangkatnya politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin sebagai Tenaga Ahli Utama di KSP.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan, pernyataan Fadli Zon itu sangat berlebihan. Hendrawan juga melihat Fadli tidak mengerti tentang pentingnya KSP.
"Itu hiperbola. Berlebihan. Karena KSP membutuhkan staf yang paham lapangan yang mampu membahasakan program dan hasil kerja dengan cara sederhana," ujar Hendrawan saat dihubungi, Kamis (24/5).
Oleh sebab itu, dia mengaku aneh dengan komentar Fadli Zon. Pasalnya yang menjadi tempat tim sukses adalah partai politik, bukannya KSP.
"Yang menjadi pusat timses adalah parpol pendukung. Mesin-mesin politik yang terus bergerak," katanya.
Justru Hendrawan balik mempertanyakan komentar nyinyir Fadli Zon. Dia menduga Fadli Zon ingin membuat DPR hanya diisi oleh partai-partai yang kontra terhadap pemerintah.
"Jangan-jangan Pak Fadli ini mau menjadikan kantor DPR jadi sarang oposisi," pungkasnya.
Sebelumnya, Fadli Zon melihat saat ini KSP sudah dijadikan tempat untuk menampung relawan. Sehingga lembaga yang dikepalai oleh Moeldoko tersebut perlu dibubarkan. Selain pemborosan anggaran, KSP juga dinilainya tumpang tindih dengan Sekretariat Kabinet.
Fadli mengatakan, dalam Perpres 26/2015, KSP ditugaskan untuk memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.
Namun sebenarnya tugas tersebut sudah diakomodasi oleh Sekretariat Kabinet, yaitu melakukan perumusan, analisis, penyiapan pendapat, pandangan, pengawasan kebijakan, program pemerintah.
"Jadi ada penyelewengan bukan untuk konsolidasi presiden, tapi capres dan menampung relawan," pungkasnya.
Sekadar informasi, politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama di KSP. Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengatakan, Ngabalin diangkat karena dia merupakan politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
