Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 01.35 WIB

Cari Dukungan, Deddy Mizwar Tawarkan Pembentukan Koperasi Nelayan

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar menyambangi kelompok nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (23/5). - Image

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar menyambangi kelompok nelayan di Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (23/5).

JawaPos.com – Calon gubernur (cagub) Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar kembali melanjutkan safari politiknya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (23/5). Dalam kunjungannya, Deddy menemui kelompok nelayan di 4 desa di wilayah Kecamatan Mundu.


Di sana, Deddy, disapa puluhan warga nelayan. Tak sedikit dari mereka mengeluhkan pendapatan mereka tidak sebanding dengan perolehan ikan yang didapat karena ada permainan harga para tengkulak.


Deddy mengatakan, masyarakat nelayan masih menggantungkan nasibnya kepada para tengkulak yang menjual ikan hasil tangkapan dengan harga murah. Padahal, di daerah sekitar terdapat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mundu.


"Ada TPI tapi tak berfungsi. Karena nggak ada yang mengorganisasinya. Untuk itu harus dibuat koperasi nelayan dan menghidupkan TPI-nya agar lebih mudah meminjam uang dan tidak bergantung sama tengkulak," ujarnya kepada nelayan.


Pria yang akrab disapa Demiz itu menilai, sistem penjualan ikan di atas kapal harus dibenahi. Menurutnya, para nelayan tidak bisa lepas dari jerat kemiskinan. Karena selama ini nelayan Mundu berhutang dan menjual ikannya kepada tengkulak.


"Sistem harusnya harus dibenahi. Kondisi itu membuat nelayan pasti rugi, karena harus menjual uang kepada yang punya piutang (tengkulak). Nelayan ini harus keluar dari jerat kemiskinan. Makanya kalau saya jadi, saya akan bentuk koperasi di sini," ujarnya.


Sementara itu, nelayan Desa Bandengan, Basuni mengungkapkan bahwa dari tahun ke tahun kondisi nelayan di Kecamatan Mundu nasibnya tidak berujung membaik.


Dia berharap apabila Deddy Mizwar menjadi gubernur Jawa Barat, dia berharap nelayan Mindu benar-benar diperhatikan untuk peningkatan kesejahteraan para nelayan.


"Ada TPI yang dibiayai miliaran negara, tapi tidak sesuai dengan fungsinya. Ikan masih dijual ke tengkulak, jualnya murah," katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore