
Aparat bersenjata lengkap mengamankan Mapolsek Marosebo pasca-diserang Anwar Sahadat
JawaPos.com - Aksi penyerangan Anwar Sahadat, 34, di Polsek Marosebo, Kabupaten Muarojambi sempat dilihat warga. Bahkan masyarakat sempat berusaha menggagalkan upaya kabur dari pelaku. Hanya saja upaya itu gagal karena pelaku sempat mengeluarkan benda dari tasnya. Warga khawatir itu bom.
"Usai kejadian pelaku langsung kabur ke arah Candi Muarojambi, Desa Jambi Kecil. Petugas Sangap Sinambunan dan HSP Manalu berteriak minta tolong. Keduanya keluar dari Mapolsek dengan kondisi berdarah-darah,” kata Amat, warga Desa Jambi Kecil usai kejadian sebagaimana dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Rabu (23/5).
Mendengar terikan minta tolong dari korban, Bripka Sangap Sinambunan dan Bripka HSP Manalu, warga langsung memberikan pertolongan kepada anggota polisi yang terluka itu. Keduanya dibawa ke Puskemas Jambi Kecil untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Sedangkan warga lainnya sempat berupaya mengejar dan mengadang pelaku. "Pelaku sempat dicegat warga agar tidak ngebut bawa motor karena ada warga yang meninggal, tapi tidak digubris. Malahan pelaku mengeluarkan barang yang ada dalam tasnya. Melihat itu semua warga yang mencegatnya mundur. Takut bom,” sambung Amat.
Menurut keterangan warga yang lain, saat kejadian di dalam polsek ada lima orang. Tiga di antaranya terkunci dalam ruangan di polsek tersebut. "Warga yang membuka kunci ruangan tersebut usai kejadian. Makanya mereka selamat dari amukan pelaku,” kata warga tersebut.
Berdasarkan keterangan warga Desa Jambi Kecil yang tinggal di dekat Mapolsek Marosebo, saat penyerangan terjadi Anwar mengenakan peci hitam dengan menyandang sebuah tas. Saat tiba di depan Polsek Marosebo, pelaku langsung memarkirkan motornya begitu saja. Kemudian masuk ke polsek dengan membawa parang.
Atas kejadian ini, Polda Jambi mengerahkan Pasukan Brimob untuk memberikan pengawalan di Polsek Marosebo. Sedangkan pelaku berhasil diringkus di kediamannya Desa Danau Lamo, Kecamatan Marosebo.
Sementara itu, Kapolda Jambi Brigjen Muchlis belum bisa menyimpulkan apakah Anwar Sahadat adalah bagian dari jaringan teroris. Pihaknya masih mendalami kasus itu. "Masih dalam pemeriksaan, termasuk motifnya," tegas Brigjen Muchlis.
Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnandi menambahkan, pihaknya belum dapat memastikan apakah pelaku terkait jaringan teroris atau tidak. Pasalnya pelaku mengamuk saat di Polsek Marosebo. "Kita belum tahu dia ini apa, apa gila atau gimana. Soalnya ngamuk-ngamuk nggak karuan tadi kata anggota di sana," sebutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
