
Rahasia Ilahi di Balik Weton Kliwon, Pahing, Pon, Wage, dan Legi Menurut Primbon Cirebon (FREEPIK)
JawaPos.com - Dalam kebijaksanaan kuno Jawa, setiap hari dan pasaran bukan sekadar hitungan waktu, melainkan denyut energi semesta yang berputar bersama nasib manusia.
Di dalamnya tersimpan rahasia tentang rezeki, keberuntungan, dan keseimbangan batin yang membentuk perjalanan hidup seseorang.
Menurut kanal YouTube Primbon Cirebon, lima pasaran agung — Kliwon, Pahing, Pon, Wage, dan Legi — tengah berada dalam gelombang rezeki besar yang mengalir dari segala penjuru.
Masing-masing membawa segel spiritual yang berbeda, namun semuanya terhubung dalam satu kesatuan harmoni alam raya.
1. Pasaran Legi – Sang Penunjuk Jalan, Pemegang Cakra Langit
Pasaran Legi memiliki neptu 5 dan dikenal sebagai pemegang Cakra Langit yang berelemen kayu dan udara.
Energi Legi disimbolkan dengan warna aura putih, tanda kesucian dan kepekaan spiritual.
Mereka yang lahir di bawah naungan Legi cenderung optimis, lembut, dan penuh keinginan besar untuk tumbuh.
Dalam Primbon Jawa, Legi dikuasai arah Timur, tempat matahari terbit, lambang dari awal kebangkitan dan pencerahan. Namun keinginan besar Legi bisa menjadi pisau bermata dua — dapat membawa kejayaan jika disalurkan dengan disiplin dan ilmu, tetapi bisa menjadi sumber kegelisahan bila tak terkendali.
Mereka dituntut untuk terus belajar dan menjadi penuntun bagi sesama. Dalam dirinya tersimpan energi pemimpin rohani, yang bisa menuntun pasaran lain menuju terang kehidupan.
2. Pasaran Pahing – Api Kehidupan, Sang Penumbuh Kemakmuran
Pahing, dengan neptu 9, merupakan pemegang Cakra Jantung Langit dan berelemen api, simbol semangat, cinta, dan kreativitas.
Pasaran ini disebut sebagai pasarannya para seniman, karena orang Pahing cenderung peka terhadap keindahan dan penuh kasih.
Malaikat pelindungnya adalah pembawa kemakmuran bagi seluruh makhluk. Maka tak heran jika pasaran ini sering dikaitkan dengan kelimpahan rezeki dan keberuntungan besar.
Namun api yang menyala juga membawa tantangan — orang Pahing mudah terbakar emosi, agresif dan sulit dikendalikan. Untuk itulah mereka membutuhkan keseimbangan melalui ilmu dan cinta sejati.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
