
Menurut Primbon Jawa, Ini Kesalahan-Kesalahan Fatal dalam Menghitung Weton Jodoh (Vecteezy/Agung Duta Manggala)
JawaPos.com - Pernahkah Anda mendengar kisah pasangan yang awalnya terlihat sangat cocok, tetapi tiba-tiba kandas padahal sudah dekat dengan pernikahan? Atau pasangan yang sudah menikah, tapi sering bertengkar, rezekinya seret, dan rumah tangganya terasa panas terus?
Bisa jadi, semua itu terjadi karena salah perhitungan atau salah pemahaman dalam membaca weton jodoh.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas weton dan spiritualitas Jawa yakni Budaya Like, dalam budaya Jawa, weton bukan sekadar hitungan iseng, melainkan sarana memahami kecocokan lahir dan batin. Sayangnya, banyak orang justru salah menafsirkan maknanya dan terjebak pada hal-hal yang seharusnya bisa dihindari.
Berikut ini lima kesalahan fatal dalam menentukan weton jodoh yang sering terjadi menurut pandangan Primbon Jawa:
1. Terlalu Percaya Hitungan Dukun Tanpa Memahami Maknanya
Banyak orang sepenuhnya bergantung pada dukun atau orang pintar tanpa memahami arti dari hitungan weton itu sendiri. Padahal, hitungan weton adalah ilmu leluhur untuk membantu manusia lebih bijak, bukan untuk menakut-nakuti atau dimanfaatkan demi keuntungan.
Untuk mengatasinya, Anda bisa mempelajari maknanya walau sedikit, bertanya pada orang tua atau guru spiritual yang amanah, dan imbangi dengan doa serta sedekah.
2. Lupa Berkonsultasi dengan Orang Bijak
Dalam tradisi Jawa, nasihat orang tua dan restu sesepuh adalah pondasi penting dalam pernikahan. Sering sekali ada pasangan yang hitungan wetonnya dianggap berat, tapi mereka memohon petunjuk dan doa dari sesepuh. Setelah menjalankan puasa mutih dan sedekah, rumah tangga mereka justru harmonis. Artinya, restu dan bimbingan lebih kuat daripada angka.
3. Hanya Fokus pada Angka, Lupa pada Karakter
Banyak yang hanya menghitung neptu dan menilai cocok atau tidak dari angka. Padahal, karakter jauh lebih menentukan. Ada pasangan dengan hitungan berat tapi hidup bahagia karena saling melengkapi.
Sebaliknya, ada yang hitungannya ideal tapi sering bertengkar karena sama-sama keras kepala. Weton hanyalah simbol, karakter adalah kenyataan yang menentukan.
4. Takut dengan Sengkala tapi Lupa Ikhtiar
Sengkala adalah tanda peringatan, bukan vonis. Jika hitungan dianggap berat, bukan berarti harus mundur, tapi justru diperbanyak ikhtiar seperti tirakat, puasa, sedekah, dan doa bersama.
Banyak pasangan membuktikan bahwa dengan niat baik dan usaha lahir batin, rumah tangga yang dianggap “berat” justru menjadi penuh berkah.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
