Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 18.24 WIB

Psikologi Ungkap Strategi Jitu Mengatasi Rasa Frustasi Agar Tidak Mudah Stres dan Tetap Fokus Berkarya

Meditasi menjadi salah satu strategi efektif untuk mengelola rasa frustasi secara sehat dan alami. (Freepik) - Image

Meditasi menjadi salah satu strategi efektif untuk mengelola rasa frustasi secara sehat dan alami. (Freepik)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pernah menghadapi frustasi, baik karena pekerjaan, hubungan personal, maupun tantangan akademik. Frustasi merupakan bentuk emosi yang muncul ketika harapan tidak sesuai kenyataan. Meski wajar, jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini dapat menurunkan kesehatan mental, memicu stres, hingga menimbulkan gangguan fisik.

Menurut American Psychological Association (APA), frustasi erat kaitannya dengan kemampuan seseorang mengendalikan emosi. Individu dengan toleransi frustasi rendah cenderung lebih mudah marah, cemas, bahkan putus asa. Oleh karena itu, strategi psikologis diperlukan agar emosi negatif tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Mengapa Frustasi Terjadi?

Psikolog dari Psychology Today menjelaskan bahwa frustasi sering muncul ketika individu menghadapi hambatan yang menghalangi pencapaian tujuan. Misalnya, deadline pekerjaan yang ketat, kegagalan akademik, atau konflik dalam hubungan. Kondisi ini membuat otak merespons dengan rasa tegang, jengkel, hingga kehilangan motivasi.

Selain itu, penelitian dalam Journal of Taujih menegaskan bahwa paparan konten negatif di media sosial juga dapat meningkatkan rasa frustasi. Informasi berlebihan, perbandingan sosial, hingga kabar buruk yang terus-menerus dikonsumsi tanpa filter, dapat memperberat tekanan psikologis individu.

Dampak Frustasi pada Kesehatan

Menurut Verywell Mind, frustasi yang tidak terkendali bisa menimbulkan masalah jangka panjang, seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan psikosomatis. Gejalanya meliputi sakit kepala, sulit tidur, dan menurunnya daya tahan tubuh. Di sisi lain, frustasi juga bisa memengaruhi hubungan sosial, karena orang yang mudah marah atau tersinggung cenderung menarik diri atau menciptakan konflik.

Bagaimana Cara Menghadapinya?

Psikolog menyarankan beberapa strategi psikologis untuk menghadapi frustasi secara sehat:

  1. Latihan Pernapasan dan Relaksasi. Menurut Mental Health America (MHA), teknik pernapasan dalam selama beberapa menit terbukti menurunkan kadar hormon stres.

  • Ubah Pola Pikir (Reframing). Melihat kegagalan sebagai proses belajar membuat individu lebih tangguh menghadapi hambatan.

  • Terapkan Coping Mechanism Positif. Siloam Hospitals menekankan pentingnya mengganti pelarian negatif (seperti marah berlebihan atau belanja kompulsif) dengan aktivitas sehat, misalnya olahraga, membaca, atau menulis jurnal.

  • Kelola Paparan Informasi. Psikolog UGM mengingatkan agar bijak dalam mengonsumsi berita maupun media sosial. Batasi waktu screen time untuk mencegah overstimulasi emosi negatif.

  • Bangun Dukungan Sosial. Membicarakan perasaan dengan keluarga, teman, atau konselor dapat meringankan beban psikologis dan memberi perspektif baru.

  • Latih Ketahanan Mental (Resilience). Resilience membuat seseorang lebih cepat bangkit dari kekecewaan. Cara melatihnya antara lain dengan mindfulness, gratitude journaling, dan menjaga kesehatan fisik.

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore