
Kenali rahasia tersembunyi di balik weton Legi dan bagaimana energi ini bisa memengaruhi rezeki, kepribadian, hingga jalan hidup seseorang. (Freepik )
JawaPos.com-Mungkin Anda pernah bertanya, kenapa ada orang yang hidupnya tampak sederhana namun penuh berkah? Atau kenapa ada pribadi yang hanya dengan kehadirannya saja bisa membuat suasana menjadi damai?
Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, bisa jadi, orang-orang tersebut lahir di weton Legi.
Dalam sistem kalender Jawa, setiap hari memiliki pasaran yang terdiri dari lima elemen: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Masing-masing pasaran memiliki neptu dan energi tersendiri.
Legi memiliki neptu 5, angka ganjil yang dianggap sebagai simbol keseimbangan antara unsur duniawi dan spiritual. Kata “Legi” sendiri dalam bahasa Jawa berarti manis—bukan hanya dalam rasa, tapi juga suasana hati, watak, dan getaran batin.
Dalam ilmu Titen, Legi sering dihubungkan dengan elemen air—tenang, dalam, dan kuat di balik kelembutannya. Seperti air yang tidak bisa ditahan oleh apapun, energi weton Legi bisa meresap ke mana saja dan memengaruhi orang-orang di sekitarnya.
Orang dengan weton Legi dikenal sebagai pribadi yang adem, mendamaikan, dan jarang terlibat dalam konflik. Mereka cenderung menyukai suasana tenang dan lebih memilih menghindar dari keributan dibanding ikut berdebat.
Banyak yang mengatakan bahwa berada di dekat orang Legi seperti duduk di bawah pohon rindang saat panas terik. Hanya dengan kehadirannya saja, suasana hati bisa jadi lebih tenang.
Salah satu kelebihan paling menonjol dari weton Legi adalah kemampuan spiritual dan batiniah yang tinggi. Mereka memiliki intuisi yang kuat dan sering kali tahu sesuatu sebelum itu terjadi.
Tak jarang, orang Legi:
Bisa membaca situasi tanpa perlu dijelaskan panjang
Merasakan perubahan energi atau suasana hati orang lain
Bermimpi tentang hal-hal yang kemudian terbukti benar
Memiliki kemampuan alami dalam mengobati atau menenangkan orang lain
Inilah yang menyebabkan banyak orang Legi menjadi perantara spiritual, penyembuh, atau pemimpin ritual adat secara turun-temurun.
Dalam pandangan Primbon, Legi adalah hari sakral yang sering dipilih sebagai waktu pelaksanaan tirakat, tapa, semedi, dan ritual spiritual. Alasannya adalah karena energi pasaran Legi sangat halus, membuat seseorang lebih mudah menyerap energi semesta, menerima ilham, bahkan membuka akses komunikasi dengan leluhur.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
